kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.707.000   2.000   0,12%
  • USD/IDR 16.319   -39,00   -0,24%
  • IDX 6.615   -134,18   -1,99%
  • KOMPAS100 974   -23,08   -2,32%
  • LQ45 754   -15,86   -2,06%
  • ISSI 207   -4,86   -2,30%
  • IDX30 391   -8,88   -2,22%
  • IDXHIDIV20 472   -10,22   -2,12%
  • IDX80 110   -2,48   -2,20%
  • IDXV30 116   -2,74   -2,31%
  • IDXQ30 128   -3,11   -2,37%

Wall Street melaju kencang akibat sejumlah stimulus global


Selasa, 20 Agustus 2019 / 06:05 WIB
Wall Street melaju kencang akibat sejumlah stimulus global
ILUSTRASI. Bursa AS


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street melaju kencang di awal pekan ini. Senin (19/8), Dow Jones Industrial Average menguat 0,96% ke 26.135,79. Indeks S&P 500 pun naik hingga 1,21% ke 2.923,65.

Nasdaq Composite naik 1,35% ke 8.002,81. Kenaikan bursa saham AS menyusul kenaikan bursa Asia dan Eropa yang tutup sebelumnya di awal pekan.

Kenaikan pasar saham global dipicu oleh peluncuran stimulus dari sejumlah negara seperti Jerman dan China. Bank sentral China meluncurkan perubahan suku bunga acuan untuk menurunkan suku bunga kredit bagi korporasi pada hari Sabtu lalu.

Baca Juga: Sentimen suku bunga BI masih pengaruhi indeks esok hari

Sedangkan pada Minggu, Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz menyarankan agar pemerintah menyisihkan hingga € 50 miliar belanja tambahan. "Kabar positif tersebut memicu kondisi minat risiko yang terjadi pada awal pekan," kata Michael O'Rourke, chief marketing strategist JonesTrading kepada Reuters.

O'Rourke menambahkan, investor senang karena negara-negara tersebut melihat risiko yang terjadi di luaran.

Setelah tutup pasar, Washington Post melaporkan bahwa para pejabat Gedung Putih mendiskusikan kemungkinan pemangkasan pajak penghasilan sementara untuk menyokong ekonomi Amerika Serikat (AS). Ini merupakan salah satu bentuk stimulus ekonomi bagi Paman Sam.

Baca Juga: Proyeksi IHSG: Mencari Target Baru

Pasar saham pun masih positif setelah pemerintah AS memperpanjang 90 hari sehingga Huawei Tehnologies bisa membeli komponen dari perusahaan-perusahaan AS untuk memasok pelanggan lama. Huawei masih ada dalam daftar hitam pemerintah AS sejak Mei lalu.

Meski ada sejumlah kelonggaran kebijakan pemerintah AS, investor masih mengamati sinya dari Federal Reserve soal kebijakan moneter. Bulan lalu, bank sentral AS ini menggunting suku bunga acuan untuk pertama kali dalam 10 tahun. Besok, The Fed akan merilis notulen rapat bulan Juli. Gubernur The Fed Jerome Powell pun akan berbicara di simposium Jackson Hole pada Jumat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×