kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Wall Street masih tergencet data tenaga kerja AS


Selasa, 10 April 2012 / 06:07 WIB
Wall Street masih tergencet data tenaga kerja AS
ILUSTRASI. Prajurit memasukkan roket ke sebuah pod helikopter penyerang AH-64E Apache saat latihan militer Combat Readiness Week di Hsinchu, Taiwan, Kamis (29/10/2020). REUTERS/Ann Wang


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Bursa AS ditutup di zona merah pada penutupan tadi malam. Pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 merosot 1,1% menjadi 1.382,20. Hal ini melanjutkan penurunan sepanjang pekan lalu sebesar 0,7%. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average turun 1% menjadi 12.929,59.

Penurunan saham-saham berkapitalisasi besar turut berkontribusi dalam pergerakan Wall Street. Beberapa di antaranya yakni: Caterpillar Inc dan General Electric Co yang melorot masing-masing lebih dari 1,5%, serta Alcoa Inc turun 0,3%.

Sementara itu, sektor finansial menjadi sektor dengan penurunan paling dalam sebesar 1,6% pada indeks S&P 500. Dua saham perbankan yang dilanda aksi jual yakni Bank of America Corp dan CItigroup Inc yang merosot setidaknya 2,4%.

Aksi jual Wall Street pada awal pekan tersebut masih dipengaruhi oleh data penambahan lapangan kerja di Negeri Paman Sam yang lebih sedikit ketimbang prediksi pada Maret lalu.

"Pada saat ini, berita besar yang tengah menjadi fokus investor adalah data tenaga kerja AS. Itu yang mengecewakan pelaku pasar. Memang, perekonomian AS masih terus tumbuh, namun dalam pergerakan lambat," papar John Carey, analis Pioneer Investment di Boston.

Catatan saja, pasar saham merosot pada pekan lalu setelah the Federal Reserve memberikan sinyal untuk tidak menggelontorkan kembali stimulus ke pasar moneter.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×