kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Wall Street kehilangan semangat setelah The Fed pertahankan suku bunga acuannya


Kamis, 30 Januari 2020 / 05:50 WIB
ILUSTRASI. Traders work on the floor at the New York Stock Exchange (NYSE) in New York, U.S., January 21, 2020. REUTERS/Brendan McDermid


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks S&P 500 ditutup terkoreksi tipis pada hari Rabu (29/1). Pasalnya dorongan awal dari saham-saham seperti Apple, Boeing dan General Electric setelah rilis hasil kuartalannya memudar pasca pengumuman Federal Reserve (The Fed).

Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 11,6 poin atau 0,04% menjadi 28.734,45, S&P 500 kehilangan 2,84 poin atau 0,09%, menjadi 3.273,4, dan Nasdaq Composite menambahkan 5,48 poin atau 0,06% menjadi 9.275,16.

Wall Street pada awalnya menunjukkan sedikit reaksi terhadap pernyataan kebijakan The Fed tetapi terus melemah setelah konferensi pers oleh Gubernur Jerome Powell.

Baca Juga: Warren Buffett jual bisnis media cetak, termasuk koran yang terbit di kampungnya

Federal Open Market Committee (FOMC) mempertahankan suku bunga acuan dalam kisaran antara 1,5% dan 1,75%, seperti yang diharapkan. Dalam sebuah pernyataan, FOMC mengatakan arah kebijakan suku bunga didasarkan pada apakah inflasi dapat kembali ke tujuan 2% mereka.

Bank sentral juga mengatakan pasar tenaga kerja tetap "kuat" sementara ekonomi tumbuh pada "tingkat moderat."

"Pasar tenaga kerja terus berkinerja baik," kata Ketua Fed Jerome Powell dalam konferensi pers. "Kami melihat penciptaan lapangan kerja yang kuat, kami melihat pengangguran yang rendah, yang sangat penting kami melihat partisipasi angkatan kerja terus meningkat."

Baca Juga: The Fed diramal akan pertahankan suku bunga

Sementara, saham Apple naik 2,1% dan mencapai rekor setelah hasil kuartalannya dengan mudah mengalahkan ekspektasi analis. Hasil perusahaan didorong sebagian karena kenaikan 8% dalam penjualan iPhone, senilai US$ 55,96 miliar.

"Apple mengejutkan para investor di berbagai bidang, tetapi yang paling penting secara material melebihi ekspektasi investor pada pendapatan iPhone, yang kembali ke pertumbuhan di kuartal jauh di atas ekspektasi investor," kata analis JPMorgan Samik Chatterjee dalam sebuah catatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×