kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.891   33,00   0,18%
  • IDX 6.064   -52,61   -0,86%
  • KOMPAS100 794   -0,99   -0,12%
  • LQ45 598   -1,14   -0,19%
  • ISSI 211   -2,35   -1,10%
  • IDX30 338   -0,41   -0,12%
  • IDXHIDIV20 414   -1,76   -0,42%
  • IDX80 90   -0,14   -0,15%
  • IDXV30 111   -0,92   -0,82%
  • IDXQ30 108   0,07   0,07%

Wall Street ditutup mixed dibayangi data penjualan ritel dan hasil perundingan dagang


Jumat, 15 Februari 2019 / 06:00 WIB


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Wall Street ditutup bervariasi pasca rilis data penjualan ritel Amerika Serikat yang mengecewakan dan dibayangi harapan adanya hasil positif perundingan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China yang sedang berlangsung di Beijing.

Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 103,88 poin atau 0,41% ke 25.439,39, S&P 500 turun 7,30 poin atau 0,27% ke 2.745,73 dan Nasdaq Composite naik 6,58 poin atau 0,09% ke 7.426,95.

Dari 11 sektor utama dalam S&P 500, enam sektor ditutup turun dimana sektor kebutuhan pokok dan finansial mencetak penurunan terbesar.

Cisco System Inc naik 1,9% karena laporan pendapatan yang lebih baik dari prekiraan. Bisnis emiten pembuatan peralatan jaringan ini diuntungkan sebagai kekuatan bisnis baru dan mengabaikan dampak perang dagang AS-China.

Saham American International Group turun 9%. Sedangkan saham Coca-Cola Co melemah 8,4%. Sementara  saham Amazon.co turun 1,1%.

Ketiga indeks utama di AS ditahan oleh saham finansial yang sensitif terhadap suku bunga, karena imbal hasil keuangan AS turun lantaran data ekonomi yang lebih rendah dari perkiraan.

Investor masih berharap ada kabar positif dari hasil perundingan dagang antara AS dan China, namun optimisme ini dilemahkan oleh rilis data penjualan ritel AS yang turun drastis dan memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi.

"Pasar telah melompati tembok kekhawatiran sejak Natal," ujar Tim Ghriskey, Kepala Strategi Investasi Inverness Counsel New York seperti dikutip Reuters.

"Beberapa kekhawatiran itu kemungkinan berubah jadi kenyataan, itulah yang menahan investor," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×