Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Senin (5/10/2026), dengan Nasdaq Composite mencetak rekor penutupan tertinggi baru.
Penguatan ditopang saham teknologi besar seperti Nvidia dan Microsoft, sementara investor mulai mengalihkan perhatian ke musim laporan keuangan kuartal III 2026.
Melansir Reuters, Nasdaq naik 1,05% menjadi 27.477,31. Indeks S&P 500 juga menguat 0,66% ke 7.773,95, sedangkan Dow Jones Industrial Average naik 0,18% menjadi 51.267,90.
Baca Juga: Astra Otoparts (AUTO) Bagikan Dividen Interim Rp349,52 Miliar, Cek Jadwalnya
Nasdaq sekaligus mencatat rekor penutupan baru, melampaui rekor sebelumnya yang tercatat pada 22 September 2026. S&P 500 juga semakin mendekati rekor penutupan yang dicapai pada 13 Agustus lalu, dengan posisi sekitar 0,3% di bawah level tersebut.
Saham Nvidia menguat 2,1% dan turut mencetak rekor penutupan. Kenaikan tersebut membawa kapitalisasi pasar Nvidia menjadi sekitar US$5,76 triliun.
Microsoft juga menguat 1,5%, sementara saham Meta Platforms dan Tesla masing-masing naik sekitar 2%.
Investor Bidik Musim Laporan Keuangan
Penguatan Wall Street berlangsung setelah data tenaga kerja AS yang dirilis Jumat menunjukkan perlambatan pertumbuhan lapangan kerja yang lebih besar dari perkiraan.
Kondisi tersebut meredakan ekspektasi investor terhadap potensi kenaikan suku bunga The Federal Reserve pada pertemuan Oktober.
Baca Juga: Pengendali Baru Platinum (TGUK) Kuasai 56,84% Saham, Harga Akuisisi Cuma Rp 20
Berdasarkan CME FedWatch, pelaku pasar kini melihat peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan Oktober hanya sekitar 24%, turun dari 70% sepekan sebelumnya.
Di tengah minimnya agenda data ekonomi pekan ini, perhatian investor mulai beralih ke laporan keuangan perusahaan. Musim laporan keuangan kuartal III akan dimulai pekan depan dengan laporan dari sejumlah bank besar AS.
Menurut data LSEG, analis rata-rata memperkirakan laba perusahaan-perusahaan dalam indeks S&P 500 tumbuh lebih dari 30% secara tahunan pada kuartal III.
Pertumbuhan tersebut terutama ditopang perusahaan yang berkaitan dengan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).
“Dengan kalender data ekonomi yang relatif sepi dan musim laporan keuangan baru dimulai sekitar sepekan lagi, investor benar-benar mencari apa pun yang positif untuk dijadikan pegangan, dan jelas mereka melihat penurunan harga energi,” kata Art Hogan, kepala strategi pasar di B. Riley Wealth.
Baca Juga: Wall Street Naik Tipis, Saham Teknologi Ambil Jeda dari Reli Panjang
Harga Minyak Turun
Sentimen positif di pasar saham juga didukung penurunan harga minyak. Harga minyak turun setelah ekspor minyak mentah dari Timur Tengah meningkat dan negara-negara anggota Group of Seven (G7) berkomitmen meningkatkan pasokan.
Penurunan harga energi menjadi perhatian investor karena dapat mengurangi tekanan terhadap inflasi sekaligus memberikan ruang lebih besar bagi kebijakan moneter yang lebih longgar.
Optimisme terhadap kinerja perusahaan juga membantu saham AS mengungguli pasar global dalam enam bulan terakhir, meski imbal hasil US Treasury dan harga minyak meningkat di tengah konflik AS dengan Iran.
Baca Juga: Alfamart (AMRT) Bagi Dividen Interim Rp595,83 Miliar, Cek Jadwal Lengkapnya
Di antara saham individual, PTC melonjak 33% setelah Schneider Electric asal Prancis sepakat mengakuisisi perusahaan perangkat lunak tersebut melalui transaksi tunai senilai US$22,6 miliar.
Saham RXO juga melonjak lebih dari 22% setelah perusahaan logistik C.H. Robinson Worldwide sepakat mengakuisisi broker transportasi tersebut melalui transaksi kombinasi saham dan tunai senilai US$5,8 miliar. Sebaliknya, saham C.H. Robinson merosot hampir 11%.
Saham Cerebras Systems menguat 9% setelah CEO OpenAI Sam Altman menyebut perusahaan pembuat chip tersebut sebagai “mitra dekat” dan mengatakan kedua perusahaan memiliki keterlibatan yang erat dalam pengembangan teknologi dengan fokus pada peningkatan kecepatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














