kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Wall Street berguguran terseret ancaman Trump yang akan menaikkan tarif barang China


Selasa, 07 Mei 2019 / 06:00 WIB


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Wall Street berguguran di akhir perdagangan Senin (6/5) pasca Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam untuk menaikkan tarif barang-barang China. 

Dow Jones Industrial Average turun 66,47 poin atau 0,25% ke 26.438,48, S&P 500 turun 13,17 poin atau 0,45% ke 2.932,47 dan Nasdaq Composite turun 40,71 poin atau 0,5% ke 8.123,29.

Pada hari Minggu (5/5) Trump mengumumkan akan menaikkan tarif barang-barang dari China dari 10% menjadi 25% senilai US$ 200 miliar karena menganggap progres perundingan dagang berjalan sangat lambat.

Ancaman Trump ini memunculkan kekhawatiran perlambatan ekonomi global yang secara berkala mengguncang pasar selama setahun terakhir. Benchmark S&P 500 turun 1,6% sepanjang sesi, sementara yield US Treasury turun karena investor beralih ke obligasi pemerintah berisiko rendah.

Namun, indeks utama pulih dari kerugian pada perdagangan sore karena beberapa investor tetap berharap bahwa perjanjian perdagangan akan segera tercapai.

"Sepertinya sikap negosiasi," ujar David Lefkowitz, ahli strategi saham senior Amerika di Kantor Investasi Utama UBS Global Wealth Management New York seperti dikutip Reuters.

"Pada dasarnya, kami meyakini adalah bahwa China dan AS menemukan titik temu."

Saham material, industri dan teknologi turun karena investor beralih dari sektor perdagangan yang sensitif.

Saham Boeing Co, eksportir tunggal AS terbesar ke China turun 1,3%. Saham Apple Inc yang juga sensitif terhadap tanda-tanda pelemahan di China juga turun 1,5%. 

Sementara itu, pada Senin (6/5) China menyatakan delegasinya tetap bersiap untuk berkunjung ke Washington guna melanjutkan perundingan dagang, tetapi tidak menyebutkan apakah Wakil Perdana Menteri China Liu He, pejabat utama dalam negosiasi akan turut serta dalam rombongan seperti rencana awal. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×