kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Wah, IHSG terbang 1,97% tapi investor asing malah jualan


Selasa, 03 Desember 2019 / 07:55 WIB
Wah, IHSG terbang 1,97% tapi investor asing malah jualan
ILUSTRASI. Dua karyawan berbincang di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (11/10/2019). IHSG ditutup naik 118,22 poin (1,97%) Senin (2/12). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.

Reporter: Herlina KD | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pada akhir perdagangan Senin (2/12) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik lumayan tinggi. 

Ketika Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakiri market sore hari, IHSG berada di angka indeks 6.130,06. Itu berarti dalam sehari, indeks utama di IDX ini naik 1,97%.

Kenaikan IHSG itu ternyata sejalan cuaca sektoral. Dari 10 indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia, sepuluh di antaranya positif.

Mereka adalah sektor Tambang (3,54%), Barang Konsumsi (2,34%), Konstruksi (2,29%), Manufaktur (2,13%), Industri Dasar (1,99%), Keuangan (1,87%), Aneka Industri (1,76%), Infrastruktur (1,59%), Pertanian (1,30%) dan Perdagangan (1,28%).

Sama sekali tidak ada indeks sektoral yang mengalami penurunan

Tampak bahwa kenaikan paling tinggi perdagangan ini menimpa indeks sektor Tambang (3,54%).

Dari seluruh saham yang dijajakan di market IDX, kemarin sebanyak 284 saham naik, 117 saham turun dan 147 saham tak bergerak.

Total volume perdagangan saham di bursa mencapai 12,98 miliar saham dengan total nilai Rp 6,68 triliun.

Top gainers LQ45 hari ini adalah:

1. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) (8,96%)
2. PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) (8,70%)
3. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) (8,53%)

Top losers LQ45 hari ini adalah:

1. PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPN) (-0,76%)
2. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) (0,00%)
3. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) (0,51%)

Investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp 147,57 miliar di seluruh pasar.

Saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Rp 141,2 miliar, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) Rp 110,8 miliar dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 65,9 miliar.
  




TERBARU

×