Reporter: Yuliana Hema | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sucor Sekuritas menilai volatilitas pasar global masih membayangi pergerakan pasar saham dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, kondisi ini dinilai membuka peluang bagi investor.
Tekanan eksternal seperti tensi geopolitik dan arah suku bunga global menjadi faktor utama ketidakpastian. Namun, pasar saham Indonesia dinilai tetap menunjukkan resiliensi.
CEO Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya mengatakan kondisi saat ini menjadi momentum penting bagi investor meningkatkan kualitas pengambilan keputusan.
“Di tengah market yang volatil, investor tidak cukup hanya reaktif terhadap pergerakan harga,” tulisnya dalam keterangan resmi, Minggu (12/4/2026).
Baca Juga: IHSG Masih Volatil Usai Libur Panjang, Analis Sarankan Selektif
Bernadus bilang pendekatan reaktif berpotensi membuat investor kehilangan peluang dalam jangka panjang. Menurutnya, diperlukan pemahaman lebih dalam, strategi terarah, dan perspektif jangka panjang.
Sehubungan dengan hal tersebut, Sucor Sekuritas akan menggelar Stock Idea Festival 2026 pada 23 Mei 2026 sebagai forum diskusi bagi investor memahami dinamika pasar.
Bernadus mengatakan konferensi ini dirancang untuk membantu investor menavigasi volatilitas pasar dengan strategi yang lebih terarah, perspektif yang lebih luas, serta pendekatan investasi yang lebih disiplin.
Baca Juga: Pasar Volatil, Emiten Berdividen Menarik Bisa Jadi Strategi Investasi
Acara tersebut juga menghadirkan 17 influencer dan market practitioners yang akan berbagi perspektif serta pengalaman langsung dalam menghadapi kondisi pasar saat ini.
Dalam sesi presentasi, sejumlah market practitioners terkemuka akan hadir membagikan insight, antara lain Kartika Sutandi, Bernad88, Michael Yeoh, Andry Hakim, David Noah, Helen Felicia, Gema Goeyardi dan Ellen May.
Sementara itu, sesi talkshow akan menghadirkan diskusi lintas perspektif bersama Alexander Rahardjo, Ken Handerson, Andhika Diskartes, Rita Effendy, Vonny, Jessica Wijaya, Jess No Limit dan Kevin Hendrawan.
Baca Juga: Pasar Volatil Usai Sentimen MSCI, Ini Jurus Simpan Asset Managemen Redam Drawdown
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













