kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.973.000   129.000   4,54%
  • USD/IDR 16.809   20,00   0,12%
  • IDX 8.147   24,12   0,30%
  • KOMPAS100 1.146   9,03   0,79%
  • LQ45 833   9,07   1,10%
  • ISSI 287   -1,72   -0,60%
  • IDX30 433   3,38   0,79%
  • IDXHIDIV20 520   5,37   1,04%
  • IDX80 128   1,27   1,00%
  • IDXV30 142   0,85   0,61%
  • IDXQ30 140   0,75   0,54%

Valuasi IHSG masih wajar, saham apa yang layak dipertimbangkan?


Selasa, 11 Februari 2020 / 07:10 WIB
Valuasi IHSG masih wajar, saham apa yang layak dipertimbangkan?


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki price to earning ratio (PER) yang masih lebih rendah ketimbang dengan indeks bursa saham lain di kawasan Asia yakni berada di kisaran 15,9 kali.

Presiden Direktur Astronacci International Sekuritas Gema Goeyardi menuturkan, apabila dilihat dari 4 bulan hingga 5 bulan lalu, valuasi IHSG masih dalam nilai wajar. “Ini tidak terlalu mahal dan tidak terlalu murah. Masih memiliki peluang, karena harga idealnya di 6.200-6.300,” katanya ketika ditemui di Jakarta, Senin (10/2).

Baca Juga: Turun lebih dari 5%, valuasi IHSG terbilang murah di Asia

Menurutnya, saat ini ada beberapa hal yang membuat investor menahan untuk masuk dalam negeri, salah satunya lantaran kasus Jiwasraya. Selain itu, investor juga masih mencermati kinerja para emiten.

Ia menyampaikan, rata-rata PER bursa negara tetangga lainnya berada di kisaran 16% hingga 17% dan PER IHSG masih terbilang fair value. Namun, adanya beberapa sentimen global seperti kekhawatiran pasar soal dampak virus corona terhadap perekonomian turut mempengaruhi pasar.

Gema menambahkan, isu terkait virus corona ini akan mempengaruhi pasar hingga empat bulan ke depan.

Hal yang sama juga disampaikan Head of Research Analyst FAC Sekuritas Wisnu Prambudi. Ia menuturkan PER IHSG saat ini masih berada di posisi yang wajar, tidak terlalu murah dan tidak terlalu mahal.

Namun, investor asing masih cenderung menyeleksi emiten-emiten yang mengalami penurunan harga cukup dalam, tapi masih terbilang baik dari segi fundamental.

Misalnya saja pada Senin (10/2), investor asing memburu saham-saham seperti TLKM, BBCA, dan BBRI. “Sebelumnya TLKM kan mengalami penurunan cukup dalam. Kalaupun ada investor asing masuk, mereka cenderung pilih-pilih,” tambahnya.

Baca Juga: IHSG berpeluang menguat pada perdagangan Selasa (11/2)




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×