kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.860   42,00   0,25%
  • IDX 8.960   34,76   0,39%
  • KOMPAS100 1.233   5,49   0,45%
  • LQ45 871   3,42   0,39%
  • ISSI 325   1,71   0,53%
  • IDX30 441   0,40   0,09%
  • IDXHIDIV20 520   0,96   0,18%
  • IDX80 137   0,65   0,48%
  • IDXV30 144   0,49   0,34%
  • IDXQ30 141   -0,06   -0,04%

Vale Indonesia (INCO) Gelontorkan US$ 1,51 Juta untuk Eksplorasi Nikel Akhir 2025


Kamis, 08 Januari 2026 / 16:12 WIB
Vale Indonesia (INCO) Gelontorkan US$ 1,51 Juta untuk Eksplorasi Nikel Akhir 2025
ILUSTRASI. PT Vale Indonesia Tbk terus melaksanakan kegiatan eksplorasi yang difokuskan pada daerah-daerah di dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (Dok/INCO)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) terus melaksanakan kegiatan eksplorasi yang difokuskan pada daerah-daerah di dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) emiten produsen nikel tersebut.

Selama Oktober sampai Desember 2025, INCO telah menggelontorkan dana sebanyak US$ 1.514.548,88.

Rinciannya, pada Oktober 2025 INCO mengeluarkan dana US$ 657.892,63 untuk eksplorasi, November 2025 sebanyak US$ 508.778,62 dan Desember 2025 sebanyak US$ 347.877,63.

Daerah eksplorasi INCO meliputi Blok Sorowako dan Sorowako Outer Area di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Blok Bahodopi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, serta Blok Pomalaa di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Baca Juga: Vale Indonesia (INCO) Catat Pendapatan US$ 705,4 Juta Hingga Kuartal III-2025

Kegiatan eksplorasi dilakukan dengan memakai metode pengeboran core drilling HQ-3 dengan jarak 100 meter dan 50 meter yang bertujuan untuk peningkatan level sumber daya yang dilakukan di area Blok 1 Tetenggala dan Blok 1 Lalombundi (Blok Pomalaa).

Selain itu, dilakukan survei geofisika dengan menggunakan metode Geolistrik Electrical Resistivity Tomography (ERT) yang pengukurannya dilakukan di area Blok 1 Tetenggala (Blok Pomalaa).

“Eksplorasi dilakukan oleh PT Vale Indonesia Tbk bersama dengan pihak ketiga (kontraktor pengeboran dan geofisika),” tulis Anggun Kara Nataya, Corporate Secretary INCO dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (8/1/2026).

INCO melaporkan bahwa hasil pengujian sedang dalam proses penghitungan sumber daya dan cadangan dengan metode ordinary kriging di Sorowako.

 

Manajemen INCO juga menyebut, Blok Pomalaa akan melanjutkan kegiatan pengeboran dengan jarak 100 meter dan 50 meter di area Blok 1 Lalombundi dan Blok 1 Tetenggala (Blok Pomalaa).

Kegiatan pengukuran geofisika dengan menggunakan metode Geolistrik (ERT) juga akan dilanjutkan untuk pengukuran di Blok 1 Tetenggala (Blok Pomalaa).

“Seluruh aktivitas pengeboran direncanakan untuk mendapat profil laterit yang lengkap,” tandas Anggun.

Selanjutnya: Ofero Perkuat Pasar E-Bike Premium Lewat Peluncuran Stareer 5 Lit

Menarik Dibaca: Promo Alfamart Paling Murah Sejagat 8-15 Januari 2026, Sambal Indofood Beli 2 Hemat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×