kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Usai menguat 0,95% dalam sepekan, bagaimana nasib rupiah minggu depan?


Minggu, 30 Agustus 2020 / 09:22 WIB
ILUSTRASI. Karyawan money changer menghitung pecahan 100 dollar US di salah satu money changer di Jakarta, Rabu (22/7). Rupiah di pasar spot tampil perkasa di perdagangan hari ini. Rabu (22/7) rupiah spot berhasil ditutup ke level Rp 14.650 per dolar Amerika Serikat


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Tendi Mahadi

"Pekan depan ada rilis data tenaga kerja AS, tetapi seperti pernyataan The Fed sebelumnya, data tersebut tidak akan mempengaruhi suku bunga AS, dolar AS cenderung masih melemah dan rupiah minimal bisa bertahan bila tidak menguat," kata Lukman. 

Sementara, Reny mengatakan data inflasi Indonesia seharusnya bisa mendukung penguatan rupiah di pekan depan. Namun, kembali lagi kekhawatiran pandemi masih terus ada dan menahan penguatan rupiah. 

Baca Juga: Kurs rupiah menguat 0,95% terhadap dolar AS dalam sepekan, berikut pendorongnya

Reny memproyeksikan rupiah bergerak di Rp 14.585 per dolar AS hingga Rp 14.750 per dolar AS di pekan depan. Sementara, Lukman memasang rentang di Rp 14.300 per dolar AS hingga Rp 14.700 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×