kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Usai IPO, Putra Mandiri Jembar (PMJS) targetkan pendapatan tumbuh 10%


Rabu, 18 Desember 2019 / 15:04 WIB
Usai IPO, Putra Mandiri Jembar (PMJS) targetkan pendapatan tumbuh 10%
ILUSTRASI. Pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia. Setelah IPO, Putra Mandiri Jembar (PMJS) menargetkan pertumbuhan pendapatan 10% pada tahun 2020.

Reporter: Nur Qolbi | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan, diler resmi, dan jasa otomotif PT Putra Mandiri Jembar Tbk (PMJS) menargetkan pertumbuhan pendapatan 10% pada tahun 2020.

Perusahaan yang resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia pada Rabu (18/12) ini memperoyeksikan, pendapatan hingga akhir 2019 ini bisa mencapai Rp 7 triliun -Rp 8 triliun. Dengan begitu, pendapatan tahun depan bisa sebesar Rp 7,7 triliun-Rp 8,8 triliun.

Direktur Keuangan PMJS Ie Putra mengatakan, pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan penjualan dan ekspansi usaha yang perusahaan ini jalankan, yakni dengan membuka diler-diler baru. "Yang sekarang lagi proses bangun dan akan selesai ada tiga, yaitu di Balaraja, Puri, dan Kalimantan," kata Putra di BEI, Jakarta, Rabu (18/12).

Baca Juga: Harga saham Putra Mandiri Jembar (PMJS) melonjak 69,6% di hari perdana

Meskipun tumbuh positif, target penjualan PMJS di 2020 masih lebih rendah dari pencapaian tahun 2018 yang sebesar Rp 9,97 triliun. Tahun ini saja, pendapatan PMJS per Juni 2019 lebih rendah 14,82% menjadi Rp 4,08 triliun dari Rp 4,79 triliun di periode sama tahun lalu,

"Pendapatan per Juni tahun ini ada penurunan karena secara makro ekonomi memang sedang kurang bagus. Ditambah lagi ada pemilihan umum dan harga komoditas yang turun," kata dia.

Walaupun penjualan turun, laba bersih PMJS per semester I-2019 tercatat naik 7,92% secara tahunan, dari Rp 70,55 miliar menjadi Rp 76,14 miliar. Hingga akhir tahun ini, Putra memproyeksikan PMJS bisa mencatatkan laba bersih Rp 150 miliar. Sementara laba tahun 2020 ditargetkan  bisa mencapai Rp 200 miliar.

Untuk meningkatkan kinerjanya tahun depan, PMJS berencana membuka diler baru di Sumatra dan Kalimantan. Sebagai gambaran, PMJS mememiliki 48 jaringan diler yang tersebar di Sumatra dan Jawa. Terdiri dari 45 jaringan outlet dan diler Mitsubishi, dua diler Nissan, dan satu diler Mercedes Benz.  

Baca Juga: Sepanjang 2019, ada 51 emiten IPO dengan nilai emisi lebih dari Rp 13 triliun

Dalam empat tahun ke depan, PMJS menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 500 miliar. Jika dibagi sama setiap tahunnya, maka capex PMJS per tahun adalah Rp 125 miliar, naik dari capex tahun 2019 yang sebesar Rp 100 miliar.




TERBARU
Terpopuler

Close [X]
×