kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Urusan Repo PNM dan Grup Bakrie Harus Diselesaikan dengan B To B


Jumat, 19 Desember 2008 / 07:57 WIB


Sumber: KONTAN | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Rupanya, pemerintah sudah mulai lunak menanggapi perkara gadai atau repurchase agreement (repo) saham-saham Grup Bakrie kepada salah satu anak perusahaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), yaitu PT PNM Investment Management.

Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan Djalil mengatakan, urusan repo itu merupakan urusan bisnis PNM dengan Grup Bakrie . "Yang kena repo bukan hanya PNM, tapi banyak yang lainnya," tandas Sofyan, Kamis (18/12) kemarin.

Karena itu, menurut Sofyan, penyelesaian masalah tersebut harus diselesaikan secara bisnis to bisnis (B to B) antara PNM dengan emiten Grup Bakrie terlebih dahulu. Namun sayang Sofyan tidak menjelaskan lebih jauh maksud dari pernyataannya itu.

Sebelumnya Sofyan mengatakan, repo PNM terhadap saham-saham Grup Bakrie harus ditagih sesuai dengan perjanjian bisnis semula. Artinya, Sofyan mendukung langkah PNM untuk menyelesaikan repo yang terancam gagal bayar ini menggunakan bantuan Jaksa Muda Perdata dan Tata Usaha Negara sebagai mediator.

Sekadar menyegarkan ingatan, duit PNM yang nyangkut di Grup Bakrie mencapai Rp 1,43 triliun. Sesuai dengan perjanjian semula, duit itu harus lunas pada Juni 2009.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×