kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.790.000   -15.000   -0,53%
  • USD/IDR 16.909   -48,00   -0,28%
  • IDX 8.992   -18,15   -0,20%
  • KOMPAS100 1.239   1,44   0,12%
  • LQ45 875   3,69   0,42%
  • ISSI 330   0,16   0,05%
  • IDX30 448   2,63   0,59%
  • IDXHIDIV20 528   6,59   1,26%
  • IDX80 138   0,26   0,19%
  • IDXV30 146   2,21   1,53%
  • IDXQ30 144   1,54   1,08%

UNTR dan ASII Akan Buyback Tanpa RUPS, Begini Rekomendasi Sahamnya


Kamis, 22 Januari 2026 / 18:23 WIB
UNTR dan ASII Akan Buyback Tanpa RUPS, Begini Rekomendasi Sahamnya
ILUSTRASI. PT United Tractors (UNTR) mengalokasikan Rp 2 triliun untuk buyback saham. Periode aksi ini berlangsung hingga April 2026. Ketahui dampaknya pada potensi keuntungan Anda. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT United Tractors Tbk (UNTR) akan menggelar pembelian kembali alias buyback saham melalui skenario tanpa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan anggaran maksimal Rp 2 triliun.

Melansir keterbukaan informasi yang dirilis pada Kamis (22/1), periode buyback saham akan berlangsung mulai 22 Januari 2026–15 April 2026. Jumlah saham yang dibeli kembali tidak melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor.

Manajemen UNTR juga memastikan jumlah saham free float setelah pelaksanaan buyback saham tidak akan berkurang dari 7,5% dari modal ditempatkan dan disetor.

Manajemen UNTR meyakini buyback saham tidak akan berdampak negatif yang material terhadap kinerja operasional dan pendapatan karena pihaknya memiliki modal dan arus kas yang cukup untuk membiayai aksi korporasi ini maupun kegiatan usaha.

 

Selain memberi keyakinan kepada investor atas nilai saham UNTR secara fundamental, aksi buyback saham ini diharapkan dapat menstabilkan harga saham emiten tersebut dalam kondisi pasar yang fluktuatif.

Induk usaha UNTR, PT Astra International Tbk (ASII) sudah terlebih dahulu memulai periode buyback saham tanpa RUPS sejak 19 Januari 2026–25 Februari 2026. ASII juga menyiapkan anggaran jumbo senilai Rp 2 triliun.

Head of Research KISI Muhammad Wafi mengatakan rencana buyback saham ini akan efektif sebagai stabilisator harga di tengah tekanan sentimen negatif yang ada.

 

“Alokasi dana besar menjadi sinyal tegas kalau manajemen menilai nilai harga sahamnya sudah undervalued dan manajemen memiliki likuiditas sangat melimpah,” jelasnya kepada Kontan, Kamis (22/1).

Lebih lanjut, Wafi merekomendasikan beli ASII dengan target harga di Rp 7.600 per saham. Sementara untuk UNTR, dia merekomendasikan hold dengan target harga di Rp 26.900 per saham.

Selanjutnya: Tekan Rupee, RBI Terjepit Antara Intervensi Kurs dan Krisis Likuiditas

Menarik Dibaca: 5 Teh Alami yang Ampuh Turunkan Kolesterol Tinggi Anda, Mau Coba?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×