kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

UNSP kejar kapasitas dengan bibit unggul


Rabu, 02 Agustus 2017 / 13:45 WIB


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Wahyu T.Rahmawati

JAKARTA. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) belum mampu mencatat performa kineja keuangan yang apik. Pendapatan emiten perkebunan ini masih turun. Bahkan, rugi bersih UNSP membengkak tiga kali lipat.

Namun, manajemen berharap, akan ada perbaikan kinerja sepanjang semester II tahun ini. "Apalagi, berdasarkan siklus, produksi sawit biasanya mencapai puncaknya di semester kedua setiap tahun," kata Direktur & Investor Relations UNSP, Andi W. Setianto dalam keterangan resminya yang diterima KONTAN, Rabu (2/8).

Potensi ini juga bakal diimbangi dengan inovasi, UNSP akan menggunakan bibit unggul tanaman sawit yang mampu memproduksi crude palm oil (CPO) dalam jumlah yang lebih besar.

UNSP tidak merinci target produksinya hingga akir tahun. Tapi, sedikit gambaran, hingga saat ini ada 10 juta hektare (ha) lahan sawit secara nasional. Dari lahan seluas itu, produksi CPO hanya sebesar 30 juta ton per tahun.

Nah, dengan bibit unggul baru yang digunakan, produksinya bisa didongkrak menjadi 80 juta ton per tahun.

Sejauh ini, UNSP bisa menghasilkan 35 ton ton TBS dari setiap 1 ha lahan miliknya. Ekstraksi CPO sekitar 23%. Artinya, UNSP memiliki kapasitas produksi 8 ton CPO per tahun dari setiap 1 ha lahan. "Kami optimistis, dalam jangka menengah dan panjang nanti perusahaan ini akan kembali bangkit menemukan momentum yang terbaik menjadi salah satu perusahaan perkebunan yang memiliki fundamental bisnis yang kuat," kata Direktur Utama UNSP M. Iqbal Zainuddin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×