Reporter: Rashif Usman | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan selama sembilan bulan pertama 2026.
Berdasarkan hasil kinerja keuangannya, penjualan bersih UNVR meningkat 7,16% secara tahunan atau year-on-year (YoY) menjadi Rp 25,75 triliun per 30 September 2026, dibandingkan Rp 24,03 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara rinci, penjualan dari segmen kebutuhan rumah tangga dan perawatan tubuh mencapai Rp 18,97 triliun dan segmen makanan serta minuman tercatat Rp 6,7 triliun.
Namun, kenaikan penjualan tersebut belum diikuti pertumbuhan laba bruto. Laba bruto UNVR tercatat sebesar Rp 11,62 triliun, turun 1,02% YoY dari Rp 11,74 triliun pada Januari–September 2025.
Baca Juga: IHSG Melemah ke 5.286,9 di Pagi Ini (22/10), Top Losers LQ45: MEDC, DEWA, CUAN
Kondisi ini sejalan dengan peningkatan harga pokok penjualan yang mencapai 14,98% YoY menjadi Rp 14,13 triliun. Sementara itu, beban pemasaran dan penjualan turun 5,63% YoY menjadi Rp 5,25 triliun.
Dari sisi operasional, UNVR membukukan laba usaha sebesar Rp 4,09 triliun, meningkat 2,21% YoY dibandingkan Rp 4 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Adapun laba bersih UNVR mencapai Rp 4,2 triliun, melonjak 25,96% YoY dari Rp 3,34 triliun pada Januari–September 2025.
Pertumbuhan laba bersih tersebut turut ditopang oleh laba dari penjualan operasi yang dihentikan sebesar Rp 870,27 miliar.
Tanpa memperhitungkan kontribusi operasi yang dihentikan, laba dari operasi berlanjut UNVR tercatat sebesar Rp 3,31 triliun, naik 10,57% YoY dibandingkan Rp 3 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
UNVR melaporkan total aset senilai Rp 18,2 triliun per September 2026, menurun dari posisi akhir Desember 2025 sebesar Rp 20,01 triliun.
Liabilitas perusahaan juga tercatat turun menjadi Rp 14 triliun menjadi Rp 15,54 triliun dan ekuitas menurun dari Rp 4,47 triliun menjadi Rp 4,2 triliun.
Adapun total saldo kas dan setara kas pada akhir periode UNVR tercatat Rp 2,02 triliun per September 2026, meningkat dari posisi yang sama tahun sebelumnya Rp 879,8 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














