kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.080   20,00   0,11%
  • IDX 5.388   59,54   1,12%
  • KOMPAS100 697   10,48   1,53%
  • LQ45 545   8,81   1,64%
  • ISSI 183   1,92   1,06%
  • IDX30 305   4,36   1,45%
  • IDXHIDIV20 400   6,31   1,60%
  • IDX80 80   1,24   1,57%
  • IDXV30 111   1,31   1,20%
  • IDXQ30 101   1,89   1,91%

Unilever (UNVR) Catat Kenaikan Kinerja per Kuartal III-2026, Ini Rekomendasi Sahamnya


Kamis, 22 Oktober 2026 / 16:26 WIB
Unilever (UNVR) Catat Kenaikan Kinerja per Kuartal III-2026, Ini Rekomendasi Sahamnya
ILUSTRASI. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatatkan kinerja yang cukup menggembirakan hingga kuartal III-2026. ? (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatatkan kinerja yang cukup menggembirakan hingga kuartal III-2026. 

Berdasarkan kinerja keuangannya, penjualan pada sembilan bulan pertama 2026 meningkat 7,2% menjadi Rp 25,8 triliun, sementara laba dari operasi berkelanjutan tumbuh 10,6%, melampaui pertumbuhan penjualan meskipun tekanan inflasi masih berlanjut. Adapun laba bersih UNVR mencapai Rp 4,2 triliun, melonjak 25,96% YoY dari Rp 3,34 triliun pada Januari–September 2025. 

Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk Benjie Yap mengatakan kinerja ini ditopang oleh pertumbuhan yang merata di berbagai unit bisnis dan saluran penjualan, peningkatan daya saing, eksekusi yang semakin kuat, serta investasi yang disiplin pada strategi prioritas perusahaan.

Baca Juga: IHSG Menguat 1,12% ke 5.387 pada Kamis (22/10), MAPI, AMMN, BBNI Top Gainers LQ45

Benjie mengungkapkan kinerja kuartal ketiga UNVR menunjukkan kemajuan berkelanjutan dalam membangun bisnis yang lebih kuat.

Selain itu, UNVR mencatat pertumbuhan volume selama lima kuartal berturut-turut, dengan pertumbuhan laba yang melampaui pertumbuhan penjualan meskipun tekanan inflasi masih berlanjut.

"Pertumbuhan ini terjadi secara merata di seluruh portofolio kami dan mencerminkan peningkatan daya saing, eksekusi yang semakin kuat, serta penguatan merek-merek kami," kata Benjie dalam keterangan resminya, Kamis (22/10/2026).

Di luar capaian kuartal ini, UNVR terus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui pengembangan lebih banyak merek yang lebih SASSY (Sains, Estetika, Pengalaman Sensoris, Advokasi Konsumen, dan Relevansi Gen-Z), portofolio yang semakin premium, serta penguatan bisnis digital. 

"Didukung oleh eksekusi yang semakin kuat, transformasi biaya yang struktural, dan budaya kerja yang unggul, berbagai upaya tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas pertumbuhan kami, tetapi juga memperkuat kemampuan perseroan untuk mempertahankan pertumbuhan secara berkelanjutan," tambah Benjie.

Baca Juga: Dicecar BEI, Bayan (BYAN) Tak Bisa Jelaskan Harga Pengalihan Rp 2.588 ke Jhonlin

Secara terpisah, Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama menerangkan kinerja UNVR menunjukkan perbaikan, tetapi kenaikan laba bersih 25,9% menjadi Rp 4,20 triliun belum sepenuhnya mencerminkan penguatan operasional karena masih ditopang laba Rp 870,27 miliar dari penjualan operasi yang dihentikan. 

"Pertumbuhan penjualan dan efisiensi perlu menjadi indikator utama untuk mengukur kualitas pemulihan laba. Jadi, hasil ini positif, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan pemulihan bisnis sudah solid," ujar Elandry kepada Kontan, Kamis (22/10/2026).

Hingga akhir 2026 dan sepanjang 2027, Elandry melihat prospek UNVR akan ditentukan oleh konsistensi pertumbuhan penjualan inti, daya beli masyarakat, efisiensi biaya, dan kemampuan menjaga margin di tengah persaingan.

Jika konsumsi rumah tangga membaik dan strategi bisnis berjalan efektif, kinerja berpeluang berlanjut positif. Namun, tekanan daya beli serta kenaikan biaya bahan baku dan distribusi masih menjadi risiko yang perlu dicermati.

Baca Juga: Chandra Asri (TPIA) Gencar Diversifikasi Bisnis, Simak Rekomendasi Sahamnya

Dari sisi rekomendasi saham, Elandry menyarankan akumulasi bertahap dengan target harga indikatif Rp 1.800–Rp 2.000 untuk jangka panjang. 

Target tersebut masih berupa proyeksi awal dan perlu dievaluasi berdasarkan perkembangan kinerja keuangan serta keberlanjutan pemulihan bisnis. Investor tetap perlu mencermati pertumbuhan laba operasional agar potensi kenaikan harga didukung fundamental yang lebih solid, bukan hanya momentum pasar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×