Reporter: Yuliana Hema | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Manajemen PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengaku belum dapat penjelasan dasar penentuan harga pengalihan saham senilai Rp 2.588 per saham pada 16 Oktober 2026. Pasalnya ini berbeda dari harga pembelian Low Tuck Kwong sebelumnya.
Direktur Bayan Resources Jenny Quantero menyatakan BYAN tidak dapat mengonfirmasi dasar transaksi tersebut karena bukan merupakan pihak yang terlibat langsung.
“Karena BYAN tidak menjadi pihak dalam transaksi tersebut, kami tidak bisa memberikan konfirmasi atas hal-hal yang menjadi substansi pertanyaan-pertanyaan sebagaimana disebutkan,” tulisnya dalam keterbukaan informasi, Kamis (22/10/2026).
Baca Juga: Chandra Asri (TPIA) Gencar Diversifikasi Bisnis, Simak Rekomendasi Sahamnya
BEI meminta penjelasan mengenai harga pengalihan saham pada 16 Oktober 2026 sebesar Rp 2.588 per saham. Mengingat Low Tuck Kwong membeli saham perseroan di pasar reguler pada 14 Oktober 2026 seharga Rp 11.200 per saham.
BEI juga meminta penjelasan mengenai kemungkinan perubahan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJBS), hubungan transaksi dengan pelaksanaan perjanjian tersebut, serta alasan penggunaan harga Rp 2.588 per saham.
Dalam keterbukaan informasi yang sama, BYAN mencatat Low Tuck Kwong memiliki 8,30% saham, Elaine Low 22%, dan PT Jhonlin Baratama 30,25% berdasarkan laporan kepemilikan saham per 19 Oktober 2026.
Lebih lanjut, Jenny bilang pihaknya belum menerima informasi atau pemberitahuan lebih lanjut yang menunjukkan adanya perubahan pengendalian atas BYAN. Dia juga memastikan belum terdapat informasi material lain yang belum diungkapkan kepada publik.
Harga saham BYAN hingga pukul 15.30 WIB naik 4,38% di level Rp 10.725 per saham pada Kamis (22/10/2026).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














