kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.678.000   -14.000   -0,83%
  • USD/IDR 16.585   -130,00   -0,79%
  • IDX 6.271   -214,85   -3,31%
  • KOMPAS100 907   -39,76   -4,20%
  • LQ45 704   -27,76   -3,80%
  • ISSI 197   -7,32   -3,58%
  • IDX30 365   -13,68   -3,62%
  • IDXHIDIV20 445   -14,85   -3,23%
  • IDX80 103   -4,03   -3,77%
  • IDXV30 108   -4,81   -4,27%
  • IDXQ30 120   -4,00   -3,23%

Tutup Operasional, Sritex (SRIL) Berpotensi Didepak dari Bursa Saham


Jumat, 28 Februari 2025 / 14:50 WIB
Tutup Operasional, Sritex (SRIL) Berpotensi Didepak dari Bursa Saham
ILUSTRASI. BEI buka opsi mendepak atau delisting kepada Sri Rejeki Isman (SRIL) alias Sritex dari pasar saham dalam negeri


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nasib PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) alias Sritex agar tetap tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) berada di ujung tanduk. Di mana, BEI membuka opsi untuk mendepak Sritex dari pasar saham.

Seperti diketahui, perusahaan tekstil raksasa ini telah mengumumkan untuk menutup operasional secara permanen per 1 Maret 2025. Imbasnya, ribuan pekerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). 

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna menyampaikan, BEI telah berdiskusi dengan manajemen Sritex terkait dengan kondisi perusahaan. 

Terkait dengan rencana penghapusan pencatatan saham atau delisting, Nyoman bilang manajemen BEI masih menunggu perkembangan operasional emiten tekstil ini. 

Baca Juga: Sritex Bangkrut, 10.965 Buruh Terkena PHK Massal Sepanjang 2025

"Terkait hal tersebut kami tunggu dulu. Kami proses juga dan disiapkan. Tentunya, kami menunggu perkembangan," kata Nyoman saat ditemui di Gedung BEI, Jumat (28/2). 

Nyoman menyampaikan, jika ada itu tertentu di suatu emiten, BEI akan melakukan konfirmasi manajemen emiten terkait. Setelah itu, BEI akan meminta keterbukaan informasi. 

BEI juga melakukan kunjungan langsung di emiten terkait dan sampai akhirnya, otoritas bursa akan mengambil tindakan sambil bekerja sama dengan profesi penunjang.

"Apapun yang terjadi, kami lakukan sesuai dengan ketentuan yang ada, termasuk dalam hal proses delisting ada kewajiban buyback yang melesat pada perusahaan manapun yang delisting," ucap Nyoman. 

Selanjutnya: Hippindo Targetkan Momentum Ramadan dan Lebaran Beri Kontribusi 50% ke Sektor Ritel

Menarik Dibaca: Harga Emas Tergelincir Minggu Ini, Dipicu Profit Taking dan Dollar Menguat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×