kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Turun tidak wajar, saham BAJA masuk UMA


Senin, 07 Juli 2014 / 17:10 WIB
ILUSTRASI. Harga Emas Antam Hari Ini (7/2) di Pegadaian Stagnan, UBS Naik. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.


Reporter: Amailia Putri Hasniawati | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) memberi label saham PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) sebagai saham yang yang bergerak di luar kewajaran alias unusual market activity (UMA).

Hal ini lantaran saham produsen baja ini merosot di luar kebiasaan dibanding periode sebelumnya. BAJA hari ini, Senin (7/7) meluncur 24,86% ke harga Rp 680 per saham, dari posisi akhir pekan lalu Rp 905 per saham.

"BEI telah meminta konfirmasi kepada perusahaan pada 3 Juli 2014, sampai saat ini, bursa masih menunggu jawaban konfirmasi perseroan," ujar Zakky Ghufron, P.H. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi dalam pernyataan resminya.

Bersamaan dengan masuknya saham SMRU ke dalam UMA, BEI menghimbau para investor untuk memperhatikan jawaban manajemen SMR Utama atas permintaan konfirmasi otoritas bursa.

Perlu juga dipertimbangkan kinerja perseroan disertai dengan keterbukaan informasi. Investor pun sebaiknya mengkaji rencana aksi korporasi perusahaan, terutama yang belum mendapat restu pemegang saham (RUPS). 

JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) memberi label saham PT Sarana Bajatama Tbk (BAJA) sebagai saham yang yang bergerak di luar kewajaran alias unusual market activity (UMA).

Hal ini lantaran saham produsen baja ini merosot di luar kebiasaan dibanding periode sebelumnya. 

"BEI telah meminta konfirmasi kepada perusahaan pada 3 Juli 2014, sampai saat ini, Bursa masih menunggu jawaban konfirmasi perseroan," ujar Zakky Ghufron, P.H. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi dalam pernyataan resminya. 

Bersamaan dengan masuknya saham SMRU ke dalam UMA, BEI menghimbau para investor untuk memperhatikan jawaban manajemen SMR Utama atas permintaan konfirmasi otoritas bursa. 

Perlu juga dipertimbangkan kinerja perseroan disertai dengan keterbukaan informasi. Investor pun sebaiknya mengkaji rencana aksi korporasi perusahaan, terutama yang belum mendapat restu pemegang saham (RUPS). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×