Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Harga saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) terus melemah hingga Maret 2026. Namun, analis menilai kondisi ini justru menjadi momentum menarik untuk mulai mengoleksi saham bank digital tersebut.
Harga saham ARTO diprediksi berpotensi bangkit, didukung oleh kinerja solid sepanjang 2025 serta prospek pertumbuhan yang masih cerah di 2026.
Pada penutupan perdagangan Kamis (26/3/2026), harga saham ARTO berada di level Rp 1.385, turun 15 poin atau 1,07% dibandingkan sehari sebelumnya. Secara year to date (YTD), saham ini telah melemah 585 poin atau turun 29,70%.
Sepanjang tahun buku 2025, Bank Jago mencatatkan kinerja keuangan yang impresif. Laba bersih mencapai Rp 276 miliar, naik 6,9% secara kuartalan (QoQ) dan melonjak 115% secara tahunan (YoY).
Pertumbuhan ini ditopang oleh:
- Pendapatan bunga bersih (NII) naik 59% YoY
- Pendapatan non-bunga meningkat 57% YoY
- Pertumbuhan kredit dan aktivitas transaksi yang kuat
Meski demikian, kenaikan pencadangan dengan biaya kredit di level 4,1% turut menahan laju pertumbuhan laba.
Tonton: Bahlil: Indonesia Kini Siap Longgarkan Kuota Tambang Jika Harga Tetap Tinggi
Efisiensi Meningkat, CIR Terus Turun
Dari sisi efisiensi, rasio biaya terhadap pendapatan (CIR) membaik signifikan menjadi 58% pada 2025, dari sebelumnya 74% di 2024.
Analis Maybank Sekuritas Indonesia, Faiq Asad, memperkirakan tren efisiensi ini akan berlanjut:
- CIR diproyeksikan turun ke 51% pada 2026
- Kembali turun ke 43% pada 2027
Efisiensi ini berpotensi mendorong laba bersih tumbuh masing-masing 90% YoY pada 2026 dan 84% YoY pada 2027.
Kredit dan DPK Tumbuh Solid
Penyaluran kredit dan pembiayaan syariah ARTO mencapai Rp 24,3 triliun pada akhir 2025, tumbuh 38% YoY.
Pada Januari 2026:
- Kredit naik menjadi Rp 24,5 triliun (tumbuh 31,6% YoY)
Faiq memproyeksikan pertumbuhan kredit sebesar 36% YoY di 2026, meskipun kondisi ekonomi menjadi risiko yang perlu diwaspadai.
Dari sisi pendanaan:
- Dana pihak ketiga (DPK) 2025: Rp 25,9 triliun (naik 38% YoY)
- Januari 2026: Rp 25,5 triliun (tumbuh 30% YoY)
- Rasio CASA meningkat ke sekitar 51%
Perbaikan ini menurunkan cost of funds menjadi 3,8% dan mendorong net interest margin (NIM) naik ke 8,5%.
Baca Juga: Intip Rekomendasi Saham Emiten Grup Triputra, Bedah Prospeknya di 2026
Rekomendasi Buy, Target Harga Rp 2.600
Maybank Sekuritas Indonesia mempertahankan rekomendasi buy untuk saham ARTO dengan target harga Rp 2.600.
Prospek pertumbuhan dinilai tetap solid, didukung oleh:
- Ekspansi kredit yang berlanjut
- Struktur pendanaan yang semakin sehat
- Leverage operasional yang makin terlihat
“Momentum pertumbuhan ARTO tetap terjaga, meskipun investasi pada teknologi dan infrastruktur masih tinggi,” ujar Faiq.
Target harga tersebut mencerminkan valuasi price-to-book value (P/BV) sebesar 4,1 kali untuk tahun buku 2026.
Baca Juga: IHSG Berpotensi Kembali Tertekan, Cermati Saham Rekomendasi Analis, Jumat (27/3)
Risiko Tetap Perlu Diwaspadai
Meski prospek cerah, terdapat sejumlah risiko yang perlu diperhatikan:
- Melemahnya konsumsi masyarakat
- Likuiditas yang lebih ketat
- Potensi penurunan kualitas aset
Maybank Sekuritas memperkirakan laba bersih ARTO dapat mencapai Rp 524 miliar pada 2026 dan Rp 964 miliar pada 2027.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













