kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Tunas Baru Lampung (TBLA) catatkan kinerja positif, bisnis hilir jadi penolongnya


Selasa, 10 September 2019 / 20:45 WIB
ILUSTRASI. Tunas Baru Lampung (TBLA) catatkan kinerja positif, bisnis hilir jadi penolongnya


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada semester I-2019, produsen minyak sawit mentah dan gula beserta turunannya, PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA, anggota indeks Kompas100) mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 4,12 triliun. Angka ini naik 3% secara tahunan dari periode sama tahun lalu yang senilai Rp 4 triliun.

Wakil Direktur Utama TBLA Sudarmono Tasmin mengatakan, kinerja TBLA yang tumbuh positif di tengah tren penurunan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) didorong oleh fokus TBLA yang bergerak di segmen hilir. "TBLA fokusnya di penjualan downstream, seperti minyak goreng, sabun, margarin, dan juga biodiesel,” kata dia saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (10/9).

Baca Juga: Tunas Baru Lampung (TBLA) akan tambah kapasitas pabrik biodiesel

Dengan begitu, produk-produk dengan nilai tambah ini dapat menjadi penolong di tengah tren penurunan harga CPO.  Jika dirinci, berdasarkan laporan keuangan TBLA semester I-2019, pendapatan TBLA dari  produk pabrikasi dan turunan dari pengolahan hasil kelapa sawit turun tipis 1,45% secara tahunan, dari Rp 2,89 triliun menjadi Rp 2,85 triliun.  

Di samping itu, menurut Sudarmono, sebagian dari bahan baku CPO TBLA juga berasal dari pihak luar. “Sehingga dengan turunnya harga CPO, kami juga bisa menekan harga penjualan pokok kami,” kata dia.

Kinerja TBLA juga tetap tumbuh lantaran perusahaan ini juga berfokus pada produksi gula. Menurut Sudarmono, pada semester I-2019, penjualan produk pabrikasi dan sampingan dari pengolahan gula rafinasi dan gula  mencatatkan kinerja yang baik. Pendapatan bisnis ini naik 14,5% secara tahunan, dari Rp 1,11 triliun menjadi Rp 1,28 triliun. Asal tahu saja, bisnis ini menyumbang 31% terhadap pendapatan total TBLA.

Baca Juga: Efektivitas B20 saat ini baru mencapai 97,5%

Dari sisi laba bersih, TBLA juga mencatatakan kenaikan 2,73% secara tahunan, dari Rp 349,56 miliar menjadi Rp 359,13 miliar per semester I-2019.  Sudarmono yakin, hingga akhir tahun ini perusahaannnya akan tetap mencatatkan kinerja positif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×