kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Tunas Baru Lampung (TBLA) akan tambah kapasitas pabrik biodiesel


Selasa, 10 September 2019 / 19:06 WIB
Tunas Baru Lampung (TBLA) akan tambah kapasitas pabrik biodiesel
ILUSTRASI. Sudarmo Tasmin

Reporter: Nur Qolbi | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) beserta turunannya, PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) akan menambah kapasitas pabrik biodieselnya. 

Wakil Direktur Utama PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) Sudarmono Tasmin mengatakan, salah satu alasan penambahan kapasitas ini adalah untuk menyambut langkah pemerintah yang akan memberlakukan kebijakan penggunaan solar bercampur biodiesel 30% (B30) mulai tahun depan.

Ekspansi pabrik ini dilakukan dengan menambah satu lini baru di pabrik yang berlokasi di Lampung. Pembangunan ini diperkirakan akan selesai pada akhir 2020. Sebagai informasi, saat ini TBLA juga memiliki pabrik di Palembang, Sumatra Selatan dan Surabaya, Jawa Timur.

Lewat pembangunan ini, TBLA berencana menambah kapasitas pengolahan biodiesel sebanyak 1.500 ton per hari.  Sebelumnya, kapasitas total pabrik biodiesel TBLA hanya 1.000 ton per hari. 

Baca Juga: Kebijakan Biodiesel Menyokong Harga CPO, Ini Rekomendasi Saham Dari Analis

“Sehingga kapasitas produksi biodiesel kami akan menjadi 2.500 ton per hari,” kata dia saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (10/9). 

Jika dilihat secara tahunan, produksi biodiesel TBLA akan bertambah dari 300.000 ton menjadi 750.000 ton.

Di samping itu, menurut Sudarmono, program B30 pemerintah juga berpengaruh ke permintaan biodiesel dalam negeri. Ia mengatakan, TBLA mendapat kenaikan permintaan dari Pertamina. Selain itu, PT AKR dan Shell juga sudah mulai mengajukan permintaan biodiesel ke perusahaannya.

Sementara itu, dari pasar luar negeri, TBLA juga memperoleh tambahan permintaan, terutama dari China. “Akan tetapi karena kapasitas kami sudah hampir penuh, kami hanya jual ke Pertamina dan China,” ucap dia. 

Baca Juga: Tunas Baru Lampung bagi dividen Rp 25 per saham, berikut jadwalnya

Padahal, Korea, Thailand, dan Taiwan  merupakan pasar ekspor potensial bagi TBLA.

Sebagai informasi, per Juni 2019 TBLA mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 4,12 triliun atau naik 3% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 4 triliun. 

Laba bersih TBLA juga naik 2,73% secara tahunan, dari Rp 349,56 miliar menjadi Rp 359,13 miliar.  




TERBARU

Close [X]
×