kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Tulang punggung XL Axiata ada di bisnis data


Senin, 18 Februari 2019 / 22:19 WIB
Tulang punggung XL Axiata ada di bisnis data


Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Kinerja PT XL Axiata Tbk (EXCL) tampaknya masih akan bertumbuh tahun ini. Meskipun tahun 2018 lalu, EXCL mencatat kerugian besar yang tinggi. Analis melihat hal utama untuk bisa membesarkan bisnis adalah data. Namun tampaknya aturan regulasi data membutuhkan proses yang panjang.

Sebelumnya, PT XL Axiata Tbk (EXCL) mencatatkan kerugian Rp 3,30 triliun pada tahun 2018 silam, hal ini berbanding terbalik dari capaian kinerja di tahun 2017, pasalnya pada tahun 2017 EXCL berhasil membukukan laba Rp 375 miliar.

Analis Kresna Sekuritas, Etta Rusdiana Putra beranggapan, nyawa utama kinerja EXCL kedepannya terletak pada data. Sehingga dengan focus meningkatkan data, maka kerugian bisa ditutupi. Ditambah implementasi 5G nantinya akan menambah keuntungan EXCL. Hanya saja, menurut Etta, implementasi 5G di Indonesia akan terlambat dibanding Korea dan China.

“Pada dasarnya 5G sudah berjalan di China dan Korea. Nah, di Indonesia tunggu 4-5 tahun. Karena memang kalau sudah muncul di global maka baru akan jalan di Indonesia,” pungkasnya kepada Kontan.co.id, Senin (18/2).

Nah, sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara menyatakan akan merampungkan kebijakan 5G tahun ini. Untuk kebijakan tersebut, Pemerintah telah menyiapkan alokasi frekuensi 5G dengan standar internasional dan ditujukan bagi industri dan consumer.

Selain menunggu kebijakan 5G untuk meningkatkan kinerja EXCL tahun ini adalah melihat aturan berbagi jaringan juga mampu menambah untung bisnis EXCL. “Kalau operator di Indonesia berbagi jaringan frekuensi maka kualitas EXCL bisa terdorong ke atas. Karena kendala EXCL cakupannya masih kalah luas dibanding Telkom,” imbuh Etta.

Etta memproyeksi pendapatan EXCL tahun ini akan mencapai Rp 24,4 triliun dengan perolehan laba bersih Rp 866 miliar. Ia pun merekomendasikan beli saham EXCL dengan harga Rp 4.000 per lembar saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×