kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45928,35   -6,99   -0.75%
  • EMAS1.321.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Trimegah Sekuritas (TRIM) Targetkan Pendapatan Tumbuh hingga 15% di 2022


Kamis, 28 Juli 2022 / 10:03 WIB
Trimegah Sekuritas (TRIM) Targetkan Pendapatan Tumbuh hingga 15% di 2022
ILUSTRASI. PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) menargetkan pendapatan bisa tumbuh 10% sampai 15% tahun ini.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) memasang target optimistis tahun ini. Emiten sekuritas ini menargetkan pendapatan bisa tumbuh 10% sampai 15% tahun ini. Dari sisi bottomline, TRIM menargetkan laba bersih sekitar Rp 65 miliar sampai dengan Rp 70 miliar.

Sebagai perbandingan, sepanjang tahun 2021, TRIM mencatatkan total pendapatan usaha sebesar Rp461,2 miliar, meningkat 8,8% daripada tahun 2020 senilai Rp 424,0 miliar. Sejalan dengan peningkatan pendapatan usaha, TRIM meraih laba bersih sebesar Rp 51,9 miliar atau mengalami peningkatan 81% secara year-on-year (yoy).

Direktur Utama Trimegah Sekuritas Philmon Samuel Tanuri mengatakan, untuk menggenjot kinerja, TRIM akan berfokus pada pengembangan digital. 

Saat ini, TRIM sedang meningkatkan stabilitas, kapabilitas, maupun user experience online trading platform Trima, baik untuk transaksi saham, reksadana, maupun obligasi ritel. Hal ini untuk meningkatkan komposisi nasabah ritel yang menggunakan aplikasi Trima. 

Baca Juga: Sekuritas Memperkuat Layanan Digital, Ini Kemudahan yang Ditawarkan

Salah satu fitur yang sedang dikembangkan adalah kelengkapan fitur order. Nanti akan ada fitur order tambahan seperti stop loss hingga trailing stop, yang akan memudahkan nasabah  untuk bertransaksi. Ada Pula rencana untuk memperbaiki IUX aplikasi Trima supaya lebih user friendly.

“Dengan hal-hal ini, semoga pertumbuhan nasabah dan juga nilai transaksi rata-rata harian atau  average daily trading value (ADTV) bisa naik. Kami melihat pasar saham Indonesia di beberapa pekan terakhir ada sinyal kual,” kata Philmon, Rabu (27/7).

Per kuartal pertama jumlah klien TRIM yang berasal dari kalangan ritel mencapai 100.194 nasabah. Sementara klien institusi berjumlah 441. Sementara nilai transaksi rata-rata harian TRIM per kuartal pertama 2022 sebesar Rp 517,5 miliar, naik 25,8% dari periode yang sama tahun lalu.

Angka ini menjadikan TRIM sebagai broker teraktif ke-14 di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan pangsa pasar atau market share sebesar 1,8%.

Sementara rata-rata transaksi saham harian online melalui Trima sebesar Rp59,6 miliar pada kuartal pertama 2022, dengan peningkatan rata-rata active account bulanan dari semula 10.355 nasabah pada tahun 2021 menjadi 10.946 pada triwulan pertama 2022. Adapun total nasabah online sampai dengan kuartal pertama 2022 sebanyak 75.460 nasabah.

Dalam bisnis pengelolaan dana, dana kelolaan atau asset under management (AUM) anak usaha TRIM  yaitu PT Trimegah Asset Management per akhir 2021 mencapai Rp 26,6 triliun. Angka tersebut tumbuh 51% dari Rp17,7 triliun di akhir tahun 2020. Pertumbuhan dana kelolaan Trimegah Asset Manajemen tersebut jauh di atas pertumbuhan industri reksa dana sebesar 1,1%.

Tahun ini, dengan adanya  kehadiran pemegang saham baru yakni Garibaldi  Thohir, TRIM dituntut untuk melakukan yang terbaik. 

“Target AUM akhir tahun paling tidak di level di Rp 30 triliun. Kalau bisa lebih tentu lebih baik,” terang Antony Dirga, Direktur Utama Trimegah Asset Management. Per Maret 2022, posisi AUM berada di Rp 27,5 triliun.

Baca Juga: Trimegah Sekuritas Indonesia (TRIM) Merombak Susunan Pengurus

Sebagai pengelola dana, Trimegah Asset Management selalu menimbang faktor dan sentimen di pasar. Menurut Antony, tantangan terbesar yang dihadapi dunia saat ini adalah tingkat inflasi. 

Di sisi lain, Indonesia cukup beruntung karena melimpahnya komoditas. Sehingga, bank sentral bisa melakukan tindakan terukur dengan menahan suku bunga, meski bank sentral lainnya sudah bergerak untuk menaikkan suku bunga.

“Sebagai manajer investasi (MI) yang fokus ke fundamental, ketika ada saham yang harganya mulai menarik, kami akan mengambil posisi. Itulah cara kami mengelola reksadana yang kami kelola," sambung Antony.

TRIM juga menilai, bisnis underwriter baik obligasi maupun ekuitas masih cukup cerah. Hal ini tercermin dari banyaknya tren penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). 

Adapun pada kuartal pertama 2022, TRIM telah membawa dua emiten untuk melantai di bursa, yakni PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk (BIKE) dan PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×