Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk dan PT Trimegah Asset Management resmi meluncurkan Reksa Dana Pendapatan Tetap Trimegah Sepak Bola Merah Putih pada Kamis (27/2). Produk reksadana obligasi ini diharapkan berkontribusi bagi persepakbolaan Indonesia.
Direktur Utama PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk Philmon Samuel Tanuri mengatakan, sebagai wujud komitmen Trimegah dalam menghubungkan pasar modal dengan kegiatan filantropi dan sosial, Trimegah dengan bangga meluncurkan Reksa Dana Pendapatan Tetap Trimegah Sepak Bola Merah Putih.
"Program Investing for Impact kami telah berjalan untuk mendukung berbagai inisiatif sosial melalui produk-produk keuangan, dan kali ini kami ingin memberikan kontribusi langsung bagi perkembangan sepak bola Indonesia," ungkap Philmon dalam peluncuran Reksa Dana Pendapatan Tetap Trimegah Sepak Bola Merah Putih di Jakarta, Kamis (27/2).
Baca Juga: Reksadana Pendapatan Tetap Catat Return Tertinggi Pekan Ini, Berikut 5 Terbaiknya
Menurut Philmon, momentum kebangkitan tim nasional Indonesia saat ini menjadi peluang besar untuk memperkuat ekosistem olah raga di tanah air. Melalui produk ini, Trimegah berharap dapat berperan lebih besar dalam mewujudkan masa depan yang lebih cerah bagi dunia sepak bola Indonesia.
Trimegah menggandeng Yayasan Bakti Sepak Bola Indonesia untuk menyumbangkan sebagian pendapatan dari produk Reksa Dana Pendapatan Tetap Trimegah Sepak Bola Merah Putih.
Trimegah ingin menyediakan sumber pendanaan alternatif yang stabil dan berkelanjutan bagi ekosistem sepak bola Indonesia dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas persepakbolaan Indonesia.
Direktur Utama PT Trimegah Asset Management Antony Dirga, menyambut baik kerja sama dengan Yayasan Bakti Sepak Bola Indonesia melalui Reksa Dana Pendapatan Tetap Trimegah Sepak Bola Merah Putih. Produk ini merupakan reksadana sepak bola pertama di Indonesia.
“Reksadana ini tidak hanya menawarkan potensi pertumbuhan bagi investornya, tetapi juga memberikan kesempatan kepada masyarakat umum dan pecinta sepak bola di tanah air untuk ikut mendukung pengembangan talenta muda dan berkontribusi bagi kesejahteraan para atlet, dalam ekosistem sepak bola Indonesia,” imbuh Antony usai peluncuran Reksa Dana tersebut di Jakarta, Kamis (27/2).
Adapun sekitar 30% dari dana kelolaan produk Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT) ini akan disumbangkan ke Yayasan Bakti Sepak Bola Indonesia. Program-program yang akan dijalankan Yayasan Bakti diutamakan kepada mantan pemain tim nasional melalui pengembangan karier, kesejahteraan, dan pemberdayaan mereka setelah pensiun dari dunia sepak bola.
Antony mengungkapkan, Trimegah AM memasang target awal dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) sebesar Rp 100 miliar – Rp 200 miliar dari produk Reksa Dana Pendapatan Tetap Trimegah Sepak Bola Merah Putih. Sejak dibentuk pada 14 Februari 2025, reksadana ini sudah mengumpulkan AUM sekitar Rp 17 miliar.
Baca Juga: Dana Kelolaan Reksadana Trimegah Asset Management Rp 33 Triliun hingga Desember 2024
Dia menilai, industri reksadana saat ini masih volatil yang dipengaruhi faktor global terutama kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Faktor kebijakan Trump masih cukup kuat yang menghantui pergerakan pasar.
Dari internal, investor masih menantikan eksekusi Daya Anagata Nusantara (Danantara) bakal seperti apa. Investor terutama asing masih wait and see dari badan pengelola investasi nasional Danantara, yang menciptakan arus keluar (outflow) di pasar modal Indonesia.
"Sebenarnya (Danantara) baik, tapi mungkin investor asing masih outflow, jadi kita sebagai investor domestik selalu dukung pemerintah," sambung dia.
Kendati demikian, Antony optimistis dengan produk Reksa Dana Pendapatan Tetap Trimegah Sepak Bola Merah Putih. Sebab, reksadana ini termasuk reksadana pendapatan tetap yang berisikan surat utang durasi pendek, sehingga tidak terlalu volatil.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyambut positif kehadiran produk Reksa Dana Pendapatan Tetap Trimegah Sepak Bola Merah Putih. Inisiatif ini merupakan bentuk kepedulian pihak swasta untuk bersama membangun ekosistem sepak bola Indonesia yang ideal bagi para pelakunya, baik sejak pembinaan, masa prestasi, dan purna karier.
Baca Juga: Reksadana Pendapatan Tetap Jadi Jawara Mingguan, Ini 5 Terbaiknya
Erick Thohir mengatakan, sejak awal Yayasan Bakti Sepak Bola Indonesia dibentuk untuk merawat dan membina mantan pemain timnas yang butuh bantuan. Programnya dua, kesehatan dan penataan karier setelah pensiun.
"Kerjasama dengan pihak swasta, seperti Trimegah Sekuritas ini saya apresiasi karena sama-sama memberi keuntungan dari segi finansial dan berdampak positif untuk membantu yayasan yang menaungi para mantan pemain timnas kita," ujar Erick.
Selanjutnya: Generali Indonesia Bayar Klaim Rp 1,3 Triliun Sepanjang 2024
Menarik Dibaca: Finetiks & Bank Victoria Tawarkan Tabungan Digital dengan Imbal Hasil Hingga 6,25%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News