kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45697,78   0,05   0.01%
  • EMAS938.000 -0,85%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Tren positif indeks obligasi diperkirakan bisa berhenti pada akhir Februari


Minggu, 16 Februari 2020 / 12:52 WIB
Tren positif indeks obligasi diperkirakan bisa berhenti pada akhir Februari
ILUSTRASI. Kamis (13/1), indeks obligasi Indonesia (ICBI) menyentuh level tertinggi sepanjang masa.

Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren positif Indonesia Composite Bond Index (ICBI) diperkirakan masih akan bertahan setidaknya hingga Februari berakhir. Asal tahu saja, sejak awal tahun ini, ICBI telah tumbuh sebesar 3,53%. Bahkan pada Kamis (13/1), sempat menyentuh level 284,37, yang merupakan rekor tertinggi indeks sepanjang masa.

Perpaduan antara pasar saham yang bergejolak dan merebaknya kekhawatiran global imbas virus corona menjadi pemicu pelaku pasar memburu obligasi Indonesia. Ditambah lagi likuiditas pasar obligasi yang masih baik dan nilai yield yang masih tinggi semakin menambah daya tarik.

Analis Fixed Income MNC Sekuritas I Made Adi Saputra menilai, pertumbuhan ICBI tersebut akan mulai berhenti ketika sudah memasuki akhir bulan Februari. Sebab pada periode tersebut biasanya diiringi dengan aksi jual oleh investor asing.

Baca Juga: Indeks obligasi cetak rekor tertinggi sepanjang masa, begini kata analis

"Aksi jual oleh investor asing berpotensi menahan laju kenaikan indeks ICBI. Perlu diperhatikan diperhatikan hingga 11 Februari kemarin, asing melakukan penjualan bersih di surat berharga negara senilai Rp 11,44 triliun," kata Madea kepada Kontan.co.id, Minggu (16/2).

Associate Direcor Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto menegaskan hal yang serupa. Dia melihat pasar obligasi cukup rentan karena sebanyak 38%-39% diisi oleh investor asing yang bisa keluar kapan saja. Jika angka tersebut turun 2%-3% atau asing ini pergi, dampaknya akan terasa.

"Pasar obligasi akan cukup bergejolak dan perubahan yield akan terlihat signifikan. Jadi ketika 2%-3% itu keluar, tren kenaikan ICBI akan berhenti," terang Ramdhan.

Oleh sebab itu, ia menekankan pentingnya untuk menjaga investor asing untuk tidak keluar. Sebab sejauh ini, pasar obligasi yang masih menarik dan ditunjang rupiah yang cenderung kuat dan stabil mampu menahan investor asing.

Baca Juga: Instrumen obligasi makin menarik, saham bisa dilirik di semester kedua

Ramdhan juga menyebut investor domestik punya peranan penting untuk menjaga pasar obligasi Indonesia. Misalnya melalaui dana kelolaan pensiun dan reksadana yang harus selalu tumbuh dan dikelola secara benar.

Jika kondisi pasar relatif stabil dan investor asing tidak berbondong-bondong keluar, Ramdhan memproyeksikan ICBI masih bisa tumbuh 3%-6% tahun ini.




TERBARU

Close [X]
×