kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Tren pelemahan terus berlanjut, rupiah dibuka pada level Rp 13.944 per dolar


Kamis, 27 Februari 2020 / 08:16 WIB
ILUSTRASI. Tren pelemahan terus berlanjut, rupiah dibuka pada level Rp 13.944 per dolar, Kamis (27/2)


Reporter: Hikma Dirgantara, Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren pelemahan rupiah masih berlanjut untuk delapan hari berturut-turut, Kamis (27/2). Mengutip Bloomberg, pukul 8.09 WIB, rupiah pasar spot ke level Rp 13.944 per dolar AS atau melemah 0,03% dari sesi sebelumnya.

Analis Monex Investindo Futures Faisyal memperkirakan, tren pergerakan negatif kurs rupiah dalam delapan hari terakhir masih akan berlanjut di hari ini. Pasalnya, belum ada sentimen baru, baik dari internal atau eksternal.

Menurut Faisyal, sentimen penggerak rupiah saat ini hanya berasal dari penyebaran virus corona. Alhasil, tren pergerakan rupiah tidak akan banyak berubah. "Rupiah masih akan tertekan dan kembali melanjutkan tren negatif," kata Faisyal.

Baca Juga: Prediksi Kurs Rupiah: Tak Ada Penjaga yang Cukup Kuat

Bahkan, menurut dia, bukan tidak mungkin, nilai tukar rupiah kembali menembus level Rp 14.000 per dolar AS.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede juga mempunyai pandangan serupa. Pasar masih mengkhawatirkan penyebaran virus corona yang terus meningkat di luar China. Sementara itu, tidak ada katalis dari dalam negeri yang cukup kuat untuk menjaga rupiah.

Josua memperkirakan, kurs rupiah cenderung melemah hari ini dengan rentang pergerakan antara Rp 13.850-Rp 13.950 per dolar AS. Sedangkan menurut perkiraan Faisyal, kurs rupiah akan bergerak antara Rp 13.860-Rp 14.000 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×