kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Tren konsolidasi IHSG sejalan dengan bursa global


Rabu, 30 Desember 2015 / 20:22 WIB


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Tren konsolidasi IHSG sepanjang Januari hingga Desember 2015 yang melemah 12,12%, masih sejalan dengan bursa-bursa lain di dunia. Indeks Dow Jones Industrial Average Amerika Serikat melemah 1,65%, Indeks All Ordinaries Australia melemah 2,46%, Indeks FTSE 100 Inggris melemah 4,74%.

Untuk di Asia, pelemahan juga terjadi pada Indeks BSE Sensex 30 India yang melemah 5,33%, Indeks Hang Seng Hongkong melemah 7,14, Indeks PSE Filipina melemah 3,42%, Indeks FTSE BM KLCI Malaysia melemah 5,14%, Indeks SET Thailand melemah 14,14%, dan Indeks Strait Times Singapura melemah 14,25%.

Praktis, hanya indeks di kawasan Asia Timur yang berhasil menguat di sepanjang 2015. Indeks Shanghai Composite Tiongkok tumbuh sebesar 9,25%, Indeks Nikkei 225 Jepang berhasil tumbug sebesar 8,15%, dan Indeks Kospi Korea Selatan juga bertumbuh sebesar 2,35%.

Namun, secara jangka panjang, pertumbuhan IHSG dalam enam tahun terakhir yakni sejak tahun 2009 hingga akhir Desember 2015 masih psoitif. Hal ini karena IHSG masih membukukan pertumbuhan return akumulatif sebesar 79,82% atau tercatat berada di urutan kedua setelah pertumbuhan bursa Filipina.

Terkoreksinya IHSG pada tahun ini juga berdampak pada nilai kapitalisasi saham di BEI yang turun sebesar 7,29% dari yang sebelumnya Rp 5.228,04 triliun pada tahun 2014, turun menjadi Rp 4.846,73 di tahun 2015.

Selain itu, aktivitas transaksi saham harian di BEI juga melemah sebesar 3,99% atau turun dari Rp 6,01 triliun per hari di tahun 2014 menjadi Rp 5,77 triliun per hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×