kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.908   38,00   0,21%
  • IDX 5.693   -127,81   -2,20%
  • KOMPAS100 737   -15,50   -2,06%
  • LQ45 562   -11,43   -2,00%
  • ISSI 197   -3,82   -1,90%
  • IDX30 319   -6,05   -1,86%
  • IDXHIDIV20 394   -6,97   -1,74%
  • IDX80 84   -1,75   -2,05%
  • IDXV30 107   -1,24   -1,15%
  • IDXQ30 103   -1,99   -1,89%

Tren kenaikan penawaran lelang SUN berpotensi berlanjut


Selasa, 18 Juni 2019 / 19:52 WIB


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Naiknya penawaran lelang Surat Uang Negara (SUN) per 18 Juni 2019, dinilai karena adanya dukungan positif dari sentimen eksternal. 

Berdasarkan rilis Lelang Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), total penawaran yang berhasil masuk per 18 Juni 2019 mencapai Rp 54,7 triliun dibandingkan penawaran per 21 Mei 2019 yakni Rp 26,19 triliun.

Senior VP & Head of Investment Recapital Asset Management Rio Ariansyah mengatakan, perkembangan isu ekonomi global, berhasil memberikan sentimen positif terhadap jumlah penawaran SUN hingga 18 Juni 2019.

"Pertama karena ada kans untuk tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dengan China terkait perkembangan peran dagang kedua negara tersebut," kata Rio kepada Kontan, Selasa (18/9).

Sentimen lainnya yang turun menjadi angin segar yang mendorong naiknya penawaran SUN adalah beredarnya kabar Bank Sentral AS (The Fed) untuk melonggarkan kebijakan moneternya di tahun ini. Salah satu yang menjadi perhatian pasar yakni, kemungkinan adanya pemangkasan suku bunga acuan atau Fed Fund Rate, minimal satu kali di 2019.

"Kedua hal tersebut, akhirnya menstimulus kenaikan minat investor untuk mengkoleksi SUN," ujarnya.

Harapannya, jika kedua sentimen tersebut dapat berjalan mulus ke depan, tren penawaran SUN untuk bulan berikutnya bisa membaik. Bahkan, Rio optimistis perbaikan ekonomi global mampu semakin meningkatkan ketertarikan pasar terhadap pasar SUN. Sedangkan untuk tren imbal hasil Juli, dia memperkirakan masih dalam tren turun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×