Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) akan menerbitkan surat utang dengan total nilai Rp 2,37 triliun.
Melansir keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), TBIG akan menerbitkan dua surat utang.
Pertama, Obligasi Berkelanjutan VII Tower Bersama Infrastructure Tahap V Tahun 2026 dengan jumlah pokok Rp 1,24 triliun.
Penerbitan ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan VII Tower Bersama Infrastructure dengan target dana yang akan dihimpun sebesar Rp 20 triliun.
Baca Juga: Berencana Tambah Lini Bisnis Baru, Intip Prospek Tower Bersama Infrastructure (TBIG)
Obligasi ini akan diterbitkan tanpa warkat dan dalam tiga seri.
Seri A memiliki jumlah pokok obligasi sebesar Rp 500 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,15% per tahun. Jangka waktu 370 Hari Kalender sejak tanggal emisi.
Seri B memiliki jumlah pokok obligasi sebesar Rp 150,65 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,65% per tahun. Jangka waktu tiga tahun sejak tanggal emisi.
Seri C memiliki jumlah pokok obligasi sebesar Rp 593,65 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,80% per tahun. Jangka waktu lima tahun sejak tanggal emisi.
Bunga Obligasi dibayarkan setiap triwulan. Bunga obligasi pertama akan dibayarkan pada tanggal 15 Januari 2027.
“Sedangkan bunga obligasi terakhir sekaligus dengan pelunasan akan dibayarkan pada tanggal 25 Oktober 2027 untuk Obligasi Seri A, tanggal 15 Oktober 2029 untuk Obligasi Seri B, dan 15 Oktober 2031 untuk Obligasi Seri C,” ujar manajemen TBIG dalam dokumen tersebut.
Seluruh dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum obligasi, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan oleh TBIG untuk melakukan pembayaran atas sebagian pokok pinjaman kepada PT Bank UOB Indonesia sebesar Rp 1,23 triliun yang timbul berdasarkan Perjanjian Fasilitas tanggal 29 Mei 2023, sebagaimana terakhir diubah dengan Perubahan Keempat terhadap Perjanjian Fasilitas No.605/05/2026 tanggal 18 Mei 2026 pada tanggal jatuh tempo.
Baca Juga: Tower Bersama (TBIG) Tebar Dividen Tunai Rp 1,05 Triliun dari Laba Tahun 2025
Kedua, Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tower Bersama Infrastructure Tahap V Tahun 2026 dengan sisa imbalan ijarah Rp 1,26 triliun.
Penerbitan ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tower Bersama Infrastructure dengan target sisa imbalan ijarah yang akan dihimpun sebesar Rp 8 triliun.
Sukuk ijarah ini diterbitkan tanpa warkat dan dalam tiga seri.
Seri A punya jumlah sisa imbalan ijarah sebesar Rp 1 triliun dengan cicilan imbalan ijarah sebesar Rp 71,5 miliar per tahun. Ini dihitung dari jumlah sisa imbalan ijarah Seri A atau sebesar Rp 71,5 juta per Rp1 miliar per tahun. Jangka waktunya 370 hari kalender sejak tanggal emisi.
Seri B punya jumlah sisa imbalan ijarah sebesar Rp 83,06 miliar dengan cicilan imbalan ijarah Rp 6,35 miliar per tahun yang dihitung dari jumlah sisa imbalan ijarah Seri B atau sebesar Rp 76,5 juta per Rp 1 miliar per tahun. Jangka waktunya tiga tahun sejak tanggal emisi.
Seri C punya jumlah sisa imbalan ijarah sebesar Rp 43,01 miliar dengan cicilan imbalan ijarah sebesar Rp 3,35 miliar per tahun yang dihitung dari jumlah sisa imbalan ijarah Seri C atau sebesar Rp 78 juta per Rp 1 miliar per tahun. Jangka waktunya lima tahun sejak tanggal emisi.
Baca Juga: Pendapatan Turun, Laba TBIG Juga Ikut Menyusut di Kuartal I-2026
Cicilan imbalan ijarah dibayarkan setiap triwulan. Cicilan imbalan ijarah pertama akan dibayarkan pada tanggal 15 Januari 2027.
“Sedangkan cicilan imbalan ijarah terakhir sekaligus tanggal pelunasan sisa imbalan ijarah akan dibayarkan pada tanggal 25 Oktober 2027 untuk Sukuk Ijarah Seri A, 15 Oktober 2029 untuk Sukuk Ijarah Seri B, dan 15 Oktober 2031 untuk Sukuk Ijarah Seri C,” ungkap manajemen.














