Reporter: Veri Nurhansyah Tragistina | Editor: Sandy Baskoro
JAKARTA. PT Total Bangun Persada Tbk meraih kontrak baru senilai Rp 758 miliar selama periode Januari hingga Juni 2012. Jumlah itu setara 42,11% dari total target kontrak baru di tahun ini senilai Rp 1,8 triliun.
Sekretaris Perusahaan Total Elvina A. Hermansyah menjelaskan, emiten yang memiliki kode saham TOTL ini memperoleh kontrak baru dari beberapa proyek, seperti Bandara Berau tahap II di Kalimantan Timur II, Trans Hotel Bandung II, dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Keban Agung Lahat di Sumatera Selatan.
Kontrak baru tak hanya berasal dari tiga proyek tadi. Total ditunjuk menggarap proyek The Hermitage Service Apartment di Menteng, Jakarta. Total juga meraih kontrak pembangunan pusat perbelanjaan Ramayana di empat lokasi, yaitu Parung, Klender, Cibinong, dan Cibadak. Dua proyek lainnya adalah gedung perkantoran Talavera Suite dan pabrik Gudang Garam Sigaret Kretek Mesin di Gempol, Jawa Timur.
"Dari kontrak baru tersebut, Bandara Berau termasuk proyek pemerintah, sisanya swasta," kata Elvina dalam surat elektronik kepada KONTAN, beberapa hari lalu.
Manajemen Total optimistis bisa memenuhi target perolehan kontrak baru maupun pendapatan dan laba bersih di tahun ini. Pasalnya, Total masih akan mengikuti tender beberapa proyek. Di tahun ini, Total mengincar prospek proyek (pipeline) senilai Rp 4,4 triliun. Jumlah tersebut meliputi tender gedung perkantoran Rp 4 triliun dan tempat peribadatan Rp 120 miliar. Total juga mengincar prospek proyek pusat perbelanjaan Rp 90 miliar, hotel Rp 100 miliar dan utilitas Rp 90 miliar.
Total mengakui, persaingan untuk memenangkan tender tersebut terbilang sengit. Manajemen Total mengalokasikan belanja modal Rp 20 miliar, naik 33% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 15 miliar.
Dana tersebut akan digunakan untuk membeli peralatan, pembaruan infrastruktur teknologi informasi, dan renovasi workshop perusahaan. Total memenuhi dana belanja modal 2012 dari kas internal.
Perolehan kontrak baru dan ekspansi tersebut diharapkan mendorong pendapatan dan laba bersih perusahaan. Tahun ini, Total mengincar pendapatan Rp 1,9 triliun, naik 18,75% year-on-year (yoy).
Dari sisi laba bersih, Total mengincar Rp 175 miliar, tumbuh 45,83% dari 2011. Dari target laba itu, senilai Rp 150 miliar berasal dari Total sebagai induk usaha. Adapun, Rp 25 miliar lagi akan disumbang oleh anak usaha. Total memiliki anak usaha PT Total Persada Development (TPD) yang bergerak di bisnis properti. TPD tengah menggarap proyek kondotel di Tanjung Benoa, Bali.
Harga saham TOTL pada perdagangan Senin (16/7) menurun 1,96% menjadi Rp 500 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News