kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45989,93   -7,32   -0.73%
  • EMAS1.138.000 0,35%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

TikTok Suntik Tokopedia Lebih dari US$ 1,5 Miliar, Ini Dampaknya ke GOTO


Senin, 11 Desember 2023 / 22:58 WIB
TikTok Suntik Tokopedia Lebih dari US$ 1,5 Miliar, Ini Dampaknya ke GOTO
ILUSTRASI. Tiktok Shop segera lahir kembali bersama Tokopedia


Reporter: Ahmad Febrian, Yuliana Hema | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Teka-teki rencana Tiktok terhadap PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) terjawab. TikTok Pte. Ltd mengucurkan investasi lebih dari i US$ 1,5 miliar kepada entitas usaha GOTO, yakni PT Tokopedia. 

Sekretaris Perusahaan GoTo, Koesoemohadiani menjelaskan, investasi TikTok akan dibagi menjadi beberapa bagian. Pertama, sebesar US$ 340 juta atau Rp 5,33 triliun untuk pembelian aset Tokopedia. "Pembelian aset milik Tokopedia itu berupa kontrak bisnis dan hak eksklusif untuk menghidupkan kembali TikTok Shop di Indonesia," kata dia, Senin (11/12). 

Kedua, TikTok juga akan menggelontorkan US$ 840 juta atau Rp 13,18 triliun. Dana ini bakal dipakai TikTok untuk mencaplok dan membayar atas saham baru yang dikeluarkan PT Tokopedia. 

Kolaborasi TikTok dan Tokopedia merupakan kombinasi yang positif. Penggabungan ini akan menumbuhkan jumlah pengguna GOTO, bukan hanya di Tokopedia namun berimbas ke layanan on demand services, GoTo Financial, GoTo Logistic dan lain-lain.

“Kesepakatan TikTok Shop Tokopedia akan membantu GoTo menghidupkan kembali pertumbuhan pengguna tahunan, sekaligus mendorong penjualan segmen lainnya, seperti logistik, pembayaran digital, dan pinjaman konsumer," kata Analis Bloomberg Intelligence, Nathan Naidu dalam laporannya. 

Berdasarkan informasi dari situs resmi, GOTO memiliki 59,3 juta pengguna bertransaksi tahunan. GOTO juga memiliki ekosistem 15,1 juta pedagang dan 2,6 juta mitra pengemudi. Sementara itu pengguna TikTok di Indonesia mencapai 99,79 juta berdasarkan Data Reportal. Pengguna TikTok di Indonesia merupakan terbesar kedua di dunia, di bawah Amerika Serikat dengan mengesampingkan China.

"Kesepakatan ini, yang akan meluncurkan kembali TikTok Shop di Indonesia, kemungkinan akan mengguncang status quo dari dua pemain  teratas di kawasan ini, Sea Shopee dan Lazada milik Alibaba,” kata Nathan.

Baca Juga: Demi UMKM Lokal, Mendag Sambut Positif Kembalinya Tiktok Lewat Tokopedia

TikTok bisa menambah modal Tokopedia dengan mudah karena GOTO menerapkan klausul non delutive transaction. Artinya, bila di kemudian hari TikTok menyuntikan modal Tokopedia, maka kepemilikan GOTO di Tokopedia akan tetap sama atau tidak terdilusi.

Direktur Utama Kiwoom Sekuritas Chang-kun Shin menilai meski TikTok akan menjadi pengendali Tokopedia, tetapi GOTO akan tetap memperoleh keuntungan.  "GOTO akan menerima pendapatan yang diterima atas transaksi yang terjadi di platform Tokopedia. Ini akan berkontribusi pada EBITDA," kata Shin kepada Kontan, Senin (11/12). 

Christopher Rusli, Equity Research Analyst Mirae Asset Sekuritas menilai masuknya TikTok seharusnya menjadi hal yang baik karena kinerja Tokopedia kurang baik.  "GOTO dapat meringankan beban pembiayaan di Tokopedia. Di sisi lain, GOTO akan menikmati pertumbuhan yang berkelanjutan dari Tokopedia," jelas dia. 

Saat ini biaya operasional bulanan GOTO berada di kisaran US$ 15 juta–US$ 20 juta. Dengan cadangan kas Rp 25,3 triliun, Christoper bilang GOTO punya fleksibilitas untuk mengembangkan segmen bisnis lainnya. 

Christopher masih melakukan peninjauan ulang atas valuasi dan rekomendasi GOTO. Sebelumnya Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan hold GOTO dengan target harga di Rp 94.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×