kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Tiga Pilar Sejahtera (AISA) belum memiliki skenario alternatif


Rabu, 28 Agustus 2019 / 19:57 WIB
Tiga Pilar Sejahtera (AISA) belum memiliki skenario alternatif
ILUSTRASI. Produk-produk dari PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk

Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tenggat waktu kian sempit. Namun, PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) belum memiliki rencana alternatif untuk menyelesaikan persoalan utangnya. 

Bulan depan, AISA wajib melunasi tagihan kepada United Overseas Bank (UOB). Jika tak terbayar, skenario terburuk pailitnya kedua anak perusahaan, yakni Taro Paloma dan Balarajasa Bosco Paloma kemungkinan terjadi. Sebab, pelunasan ini menjadi salah satu poin perdamaian penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU).

Baca Juga: Private Placement Belum Dapat Restu OJK, Tiga Pilar (AISA) Harus Bayar Utang ke UOB

Sejatinya, Tiga Pilar hampir pasti mengamankan sumber dana untuk melunasi tagihan yang nilainya hingga saat ini masih dalam proses verifikasi. Ini seiring dengan kesediaan FKS Food And Ingredients yang bakal menyerap saham AISA melalui private placement.

Dalam aksi korporasi tersebut, AISA berencana menerbitkan 1,57 miliar saham seri B. Adapun harga pelaksanaannya Rp 210 per saham. Sehingga, AISA bakal meraup dana segar sekitar Rp 329,47 miliar.

Baca Juga: Ini penyebab OJK belum setujui private placement Tiga Pilar (AISA)

Namun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum memberikan restu private placement tersebut. Alasannya, AISA belum menerbitkan laporan keuangan yang menjadi dasar aksi korporasi itu.




TERBARU

×