kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Tetap ekspansif meski harga anjlok


Sabtu, 09 Agustus 2014 / 07:00 WIB
ILUSTRASI. Cara membuat Instagram reels menggunakan banyak foto.


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Avanty Nurdiana

JAKARTA. Harga jual batubara yang melempem tak membuat produsen batubara berhenti berekspansi. Salah satu perusahaan yang tetap berusaha tetap ekspansif adalah PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP). Untuk membiayai sejumlah ekspansi, MBAP merilis saham baru lewat penawaran saham perdana alias initial public offering (IPO).

MBAP menawarkan 245,45 juta saham setara 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Sebanyak 122,73 juta saham merupakan saham baru MBAP, sedangkan sisanya 122,73 saham merupakan divestasi dari induk usaha MBAP, PT Wahana Semester Cemerlang. Harga penawaran MBAP Rp 1.300. Sehingga  dari aksi tersebut MBAP memperoleh dana segar Rp 319,09 miliar.

Dana IPO tersebut 48,04% untuk pengembangan fasilitas pelabuhan di Muara Bengalun, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Kemudian, 10,46% dana IPO untuk overhaul dan penggantian peralatan produksi. Selanjutnya 35% untuk modal kerja MBAP beserta anak usaha, seperti biaya kontraktor tambang dan pembelian bahan bakar.

Sisanya 6,12% untuk pembangunan fasilitas kantor, mess karyawan, dan fasilitas lain di area tambang, serta 0,38% untuk pembangunan laboratorium.
MBAP akan memulai pembangunan pelabuhan pada semester II tahun ini dan rampung di 2015. MBAP menargetkan produksi batubara 4 juta ton per tahun mulai 2015. Tahun ini, MBAP menargetkan bisa memproduksi batubara 2,5 juta ton, naik 38,8% dari tahun lalu 1,8 juta ton.

Saat ini, kapasitas pelabuhan anak usaha MBAP hanya mampu menangani volume batubara 2,5 juta ton per tahun. Karena itu, perlu dibangun fasilitas tambahan berupa jetty, conveyor pemuatan batubara, stockpile dan coal crusher.

Percaya harga naik

Sebelum membangun pelabuhan, MBAP juga telah membangun infrastruktur penunjang berupa jalan sepanjang 65 km. Investasi untuk membangun jalan ini US$ 40 juta.

Khoirudin, Direktur Utama MBAP mengatakan, dana IPO juga akan digunakan membangun laboratorium di Muara Bangalun. Proyek ini pun rencananya mulai di semester II-2014 dengan target penyelesaian disesuaikan dengan target produksi MBAP.

Khoirudin pun yakin, prospek harga batubara ke depan masih cukup menarik. "Kami percaya harga batubara masih akan kembali meningkat," papar dia. Hal ini berdasarkan berbagai riset yang memperkirakan harga batubara akan bangkit dalam satu hingga dua tahun ke depan. Dia menambahkan, IPO juga dalam rangka persiapan masa depan.

Berdasarkan laporan Australian & South East Asian Mining Consultants (ASEAMCO), MBAP memiliki cadangan batubara 45,38 juta ton, dengan cadangan terbukti 37,03 juta ton dan cadangan terduga 8,35 juta ton.

Cadangan dan sumber daya batubara di area konsesi MBAP serta anak usahanya meliputi batubara termal dengan nilai kalori mulai dari 5.100 kcal/kg sampai dengan 6.700 kcal/kg . Hampir seluruh batubara MBAP dijual kepada perusahaan perdagangan batubara yang berelasi, untuk kemudian dipasok ke India, China, Jepang, dan Korea Selatan, serta pasar domestik.

Hingga akhir Desember 2013, pelanggan utama MBAP adalah Idemitsu Kosan Co, Trafigura Beheer BV, Dragon Energy Ltd, Marubeni Corp, dan Dongguan. Kelima pelanggan tersebut berkontribusi masing-masing 37,76%, 26,27%, 8,44%, 4,25% dan 3,87% terhadap total penjualan batubara MBAP.

MBAP juga diversifikasi pendapatan, dengan meningkatkan proporsi pendapatan dari perjanjian pasokan batubara (coal supply agreement) dengan pelanggan akhir.

Di semester I-2014 MBAP membukukan penjualan US$ 63,95 juta naik 22,22% dari US$ 52,32 juta. Sementara laba bersih MBAP di semester I tahun ini melonjak 112,9 ribu% menjadi US$ 12,43 juta dari US$ 11.385.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×