kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.900   0,00   0,00%
  • IDX 6.313   -27,21   -0,43%
  • KOMPAS100 833   -6,25   -0,74%
  • LQ45 631   -5,79   -0,91%
  • ISSI 217   -0,76   -0,35%
  • IDX30 355   -2,86   -0,80%
  • IDXHIDIV20 440   -3,34   -0,75%
  • IDX80 95   -0,74   -0,77%
  • IDXV30 118   -0,39   -0,32%
  • IDXQ30 114   -1,00   -0,87%

Tesla butuh pasokan nikel besar, Vale Indonesia (INCO) masih kaji isu sustainability


Rabu, 29 Juli 2020 / 13:52 WIB
ILUSTRASI. Fasilitas pemurnian atau smelter produsen pertambangan nikel PT Vale Indonesia Tbk (INCO) di Sorowako, Sulawesi Selatan.


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan mobil listrik global Tesla baru-baru ini menyampaikan kepada publik kekhawtirannya akan pasokan nikel. CEO Tesla Elon Musk lantas menawarkan kontrak besar dan jangka panjang kepada produsen nikel yang bisa memproduksi secara efisien serta ramah lingkungan. 

Menanggapi hal tersebut, Direktur Keuangan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Bernardus Irmanto menjelaskan Vale Indonesia saat ini masih perlu mengkaji banyak hal sebelum mendekati Tesla terkait pernyataannya. 

Baca Juga: Gelar RUPST, Vale Indonesia (INCO) angkat Rudiantara jadi wakil presiden komisaris

"Vale sendiri belum atau mungkin masih jauh ketika berbicara dengan Tesla mengenai statemen yang mereka sampaikan baru-baru ini," jelas Bernardus dalam diskusi dengan media, Rabu (29/7). 

Bernardus menjelaskan sebenarnya pernyataan Tesla tersebut menjadi peluang besar dari sisi bisnis. Pasalnya sebagai pemain global, pernyataan tersebut akan membuat semua mata tertuju pada Indonesia sebagai pemain besar pemasok nikel. 

Namun, Vale Indonesia masih harus mengkaji peluang bisnis tersebut dengan isu sustainability. 

Menurutnya, keputusan tersebut perlu dikaji lebih jauh. Misalnya bagaimana upaya memenuhi permintaan yang besar namun tetap bertanggungjawab pada lingkungan. 

"Kalau isu bisnis saja tidak akan sustainable, akan menambang serampangan untuk memenuhi demand dan dalam beberapa tahun tidak ada lagi di lanskap bisnis," jelas Bernardus. 

Baca Juga: Vale Indonesia (INCO) catat kenaikan produksi nikel dalam matte di semester I-2020

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×