kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.546.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 18.159   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

Tersengat sentimen global


Jumat, 21 Februari 2014 / 06:29 WIB
ILUSTRASI. Seledri 


Reporter: Yuliani Maimuntarsih | Editor: Avanty Nurdiana

JAKARTA. Rencana Singapura menghentikan acuan transaksi rupiah di pasar non delivery forward (NDF), belum membuat stamina rupiah bertambah. Kemarin, pasangan USD/IDR di pasar spot naik 0,39% menjadi 11.825. Tapi, di kurs tengah Bank Indonesia, USD/IDR menurun 0,66% ke 11.772.

Para analis menilai, rupiah melemah lantaran terimbas sentimen global. Analis PT Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengatakan, ada indikasi, Bank Sentral Amerika Serikat (AS), akan memotong program stimulus AS setiap bulan. Spekulasi ini membuat dollar AS menguat. Terlebih, muncul spekulasi pula The Fed bakal menaikkan suku bunganya.

Data manufaktur China bulan Februari 2014 yang melambat juga ikut menekan rupiah. Maklum, China termasuk mitra dagang utama Indonesia. Perlambatan ekonomi China

Analis pasar uang Bank Mandiri, Rully Arya Wisnubroto memprediksikan, kurs rupiah masih akan melemah lantaran beberapa data ekonomi AS terlihat membaik. Misal, data klaim pengangguran dan indeks konsumen yang menurun.

Rully menduga, rupiah akan melemah ke 11.750-11.850, hari ini. Ariston juga menebak, rupiah masih tertekan di kisaran 11.720-11.900.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×