kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Terbebani Brexit, poundsterling melemah terhadap dollar AS


Kamis, 14 Februari 2019 / 21:07 WIB
Terbebani Brexit, poundsterling melemah terhadap dollar AS


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persoalan Brexit yang tak kunjung menuai kesepakatan masih memberatkan laju poundsterling untuk menguat terhadap dollar AS. Mengutip Bloomberg, pukul 19.58 WIB, Kamis (14/2), pasangan mata uang GBP/USD tercatat melemah 0,32% ke level 1,2805.

Analis Global Kapital Investama Nizar Hilmi mengatakan, faktor yang membuat poundsterling tertekan adalah perkembangan Brexit dengan pelaku pasar yang masih menunggu hasil voting Brexit selanjutnya.

Parlemen Inggris kini mendesak Perdana Menteri Inggris Theresa May melakukan negosiasi ulang dengan Uni Eropa. Isu besar yang harus segera dibahas adalah mengenai Irlandia dan beberapa klausul Eropa yang menuntut jika perjanjian perdagangan baru tidak terjadi meski Inggris keluar dari Uni Eropa, Inggris akan tetap mengikuti aturan Uni Eropa tanpa batas waktu yang ditentukan.

"Kalau tidak dilakukan negosiasi lagi maka Inggris berada di luar Eropa tanpa memiliki suara tetapi tetap terikat dengan aturan Uni Eropa. Bagi yang pro Brexit ini merugikan Inggirs," kata Nizar, Kamis (14/2).

Sementara, dollar AS masih bergerak menguat karena didukung isu perang dagang yang membuat dollar dijadikan pilihan sebagai aset safe haven dan data inflasi AS yang stabil.

Selain itu, Nizar mengamati pelaku pasar kini menganggap kawasan eropa kondisinya masih lebih buruk dari AS meski ekonomi AS juga diperkirakan akan melambat. "BoE dan ECB telah memangkas pertumbuhan ekonomi di tahun ini jadi muncul pandangan AS masih lebih unggul," kata Nizar.

Pergerakan GBP/USD bisa menguat tergantung dari perkembangan hasil perundingan Brexit selanjutnya. Selama kesepakatan belum terjadi, Nizar memproyeksikan poundsterling masih akan terus melemah.

Secara teknikal, Nizar menganalisis harga MA 10 menembus ke bawah MA 25 yang berarti bearish. RSI turun dari leel 43 ke 42 menunjukkan bearish. MACD juga bergerak menurun. Stochastic berada di lebel 8 menandakan oversold.

Nizar merekomendasikan sell di rentang support 1,2690-1,2750 dan resistance di 1,2880-1,2940.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×