kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

Tensi politik mereda, rupiah bakal menguat


Minggu, 19 Oktober 2014 / 16:30 WIB
ILUSTRASI. Suasana aktivitas di pusat perbelanjaan Mal Kasablanka, Jakarta, Kamis (24/6/2021). Tribunnews/Irwan Rismawan


Reporter: Yuliani Maimuntarsih | Editor: Sofyan Hidayat

JAKARTA. Nilai tukar rupiah mulai terangkat. Di pasar spot Jumat (17/10), rupiah versus dollar Amerika Serikat (AS) menguat 1,22% dibandingkan hari sebelumnya menjadi Rp 12.110. Sayangnya, keperkasaan rupiah tak terlihat di kurs tengah Bank Indonesia, mata uang garuda terpangkas 0,12% ke 12.222.

Nurul Eti Nurbaeti, Head of Research & Analyst Bank BNI, menilai, rupiah bergerak menguat lantaran ketegangan politik domestik mereda. "Kebijakan pemerintah menunda kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) juga dinilai positif bagi pasar," tambahnya.

Nurul melihat, rupiah berpeluang menguat hingga akhir tahun. Namun, para pelaku pasar tetap harus mencermati kebijakan bank sentral AS.

Di sisi lain, Zulfirman Basir, Senior Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, mengingatkan, rupiah masih cenderung tertekan di tengah kekhawatiran out-look kebijakan moneter AS yang hawkish.

Pelantikan presiden dan wakil presiden JokoWidodo dan Jusuf Kalla bakal mempengaruhi pergerakan rupiah esok hari. Zulfirman memperkirakan rupiah bergerak bakal bergerak di Rp 12.150-Rp 12.250. Sedangkan Nurul menduga rupiah menguat di Rp 12.100-Rp 12.225.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×