Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan telah bertemu dengan lebih dari 100 investor global untuk memaparkan berbagai langkah reformasi yang tengah dijalankan di pasar modal Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, para investor disebut memberikan apresiasi terhadap upaya OJK memperkuat integritas pasar, sekaligus menekankan pentingnya konsistensi implementasi kebijakan.
Baca Juga: Nusantara Infrastructure (META) Bidik Kontribusi Bisnis Air Bersih Capai 48%
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, secara umum para investor menyambut positif berbagai inisiatif reformasi yang telah dilakukan regulator.
"Kami baru bertemu dengan lebih dari 100 investor global. Kami mendengarkan berbagai masukan yang sangat baik dan secara umum mereka juga mengapresiasi seluruh inisiatif yang kita lakukan. Yang ditunggu adalah konsistensinya," ujar Friderica, yang akrab disapa Kiki, dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin (3/8/2026).
Kiki menegaskan OJK berkomitmen menjaga konsistensi reformasi pasar modal, khususnya melalui penguatan penegakan hukum (enforcement) terhadap berbagai pelanggaran di pasar.
Baca Juga: IHSG Sesi I Naik 0,57% ke 6.270 Selasa (4/8), Saham MDKA, INCO, dan INDY Melesat
Menurutnya, sejumlah kebijakan yang diumumkan sejak awal tahun kini telah direalisasikan. Beberapa di antaranya adalah peningkatan keterbukaan informasi kepemilikan investor di atas 1%, pengungkapan ultimate beneficial owner (UBO) untuk kepemilikan di atas 10%, serta penyajian data investor yang lebih rinci dengan klasifikasi yang diperluas dari sembilan menjadi 39 kategori.
Selain itu, OJK juga memperkuat mekanisme High Shareholding Concentration (HSC) dengan menambahkan indikator price impact ratio.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat meminimalkan potensi praktik manipulasi harga maupun perdagangan yang terkoordinasi di pasar modal.
"Kami juga terus berkomitmen melakukan enforcement terkait kasus-kasus yang terjadi. Beberapa sudah diberikan sanksi, sementara beberapa lainnya akan segera diumumkan," imbuh Kiki.
Baca Juga: Indonesian Paradise Property (INPP) Akuisisi Sangkara Daksa, Ini Tujuannya
Di sisi lain, OJK menilai kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia terus membaik. Hal itu, menurut Kiki, tercermin dari penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang telah naik lebih dari 5% dalam satu bulan terakhir.
Kinerja penghimpunan dana (fundraising) di pasar modal juga dinilai tetap solid. Hingga saat ini, nilai fundraising telah melampaui Rp 113,13 triliun meski perekonomian global masih dibayangi berbagai tantangan.
OJK juga mencatat masih terdapat sejumlah penawaran umum perdana saham (IPO) dan aksi korporasi lainnya yang berada dalam pipeline.
Dari sisi basis investor, jumlah single investor identification (SID) terus meningkat. Jika pada tahun lalu jumlahnya sekitar 20 juta SID, kini telah mendekati 30 juta SID. Sejalan dengan itu, nilai aset kelolaan (asset under management/AUM) juga terus bertumbuh.
Kiki optimistis minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal akan semakin meningkat seiring hadirnya berbagai instrumen investasi baru, termasuk exchange traded fund (ETF) emas yang mulai diperkenalkan di pasar Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
