kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Tembaga rebound dari posisi terendah tujuh pekan


Kamis, 28 April 2011 / 11:56 WIB
ILUSTRASI. Soal dan Jawaban TVRI SMP, Kamis 16 Juli, Gambar Cadas Nusantara. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN


Reporter: Dyah Ayu Kusumaningtyas, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

SINGAPURA. Harga logam tembaga mulai naik pertama kali setelah turun selama 3 hari berturut-turut. Rebound harga tembaga dari level terendah selama 7 pekan, mengikuti lemahnya dollar Amerika Serikat (AS).

Kontrak tembaga di London Metal Exchange untuk pengiriman Juli naik 1,8% ke US$ 9.489 per metrik ton, dan diperdagangkan di harga US$ 9.471 pada pukul 9.45 waktu Singapura. Ini merupakan kenaikan terbesar selama sepekan. Padahal kontrak harga tembaga sempat turun 2,4% kemarin, penurunan terendah sejak 9 Maret.

Kenaikan logam tembaga ini mengekor tren kenaikan harga minyak dan emas, karena dollar melemah terhadap mata uang euro, terendah dalam 16 bulan. Dollar AS juga melemah terhadap 6 mata uang utama dunia lainnya di level terendah sejak September 2008. Indeks dollar merosot tajam ke 72,935.

Deputy operations Manager Hongyuan Futures Lin Yougu menyebut, penurunan dollar memicu kenaikan semua harga komoditas. "Ekspektasi bahwa dollar terus melemah, akan terus mendorong harga komoditas," lanjutnya.

Logam tembaga untuk pengiriman Juli di Shanghai Futures Exchange naik 1,3% ke 70,470 yuan (US$10.822) per ton. Ini kenaikan pertama kalinya setelah 5 hari terkoreksi. Sedangkan, harga tembaga untuk pengiriman Juli di Comex, New York naik 1,6% menjadi US$ 4.315 per pon.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×