kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.168.000   165.000   5,49%
  • USD/IDR 16.776   42,00   0,25%
  • IDX 8.232   -88,35   -1,06%
  • KOMPAS100 1.139   -9,43   -0,82%
  • LQ45 813   0,48   0,06%
  • ISSI 296   -9,48   -3,11%
  • IDX30 422   3,70   0,88%
  • IDXHIDIV20 501   7,26   1,47%
  • IDX80 126   -0,89   -0,70%
  • IDXV30 136   -1,76   -1,27%
  • IDXQ30 136   1,46   1,09%

Tekanan Saham Buka Peluang Perpindahan Dana ke Berbagai Instrumen


Kamis, 29 Januari 2026 / 20:14 WIB
Tekanan Saham Buka Peluang Perpindahan Dana ke Berbagai Instrumen
ILUSTRASI. Volatilitas pasar saham memicu pergeseran dana besar. (dok./Kontan)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tekanan di pasar saham Indonesia pasca pengumuman MSCI dinilai berpotensi memicu perpindahan dana investor dari pasar saham ke berbagai instrumen investasi.

Untuk diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok hingga 16,7% dalam dua hari terakhir, setelah MSCI memperingatkan adanya kemungkinan penurunan status Indonesia dari pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar frontier.

Bank investasi global Goldman Sachs dan UBS juga menurunkan rekomendasi saham Indonesia. Kondisi ini bahkan memaksa otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian perdagangan sementara (trading halt).

Baca Juga: Emiten Ramai Tambah Modal Anak Usaha pada Awal Tahun 2026, Ini Rekomendasi Sahamnya

Kondisi ini memicu banyak investor melakukan panic selling portofolio mereka di pasar saham.

CEO Tokocrypto Calvin Kizana menilai, dana investor yang keluar dari saham berpotensi pindah ke berbagai instrumen lain, tergantung pada kondisi likuiditas dan daya tarik masing-masing pasar.

“Bisa ke mana-mana. Bisa ke emas, karena emas kan lagi menarik banget. Jadi enggak melulu harus ke kripto,” ujar Calvin kepada Kontan, Kamis (29/1/2026).

Menurutnya, dalam situasi pasar yang bergejolak, investor cenderung mencari instrumen yang dinilai memiliki likuiditas baik dan relatif aman. Karena itu, perpindahan dana tidak bisa dipastikan hanya menuju satu kelas aset tertentu.

“Bisa ke berbagai instrumen yang mereka rasa likuiditasnya lagi bagus. Jadi kita enggak bisa bilang pasti ke kripto,” jelasnya.

Baca Juga: Tekanan di Pasar Saham Membuka Peluang Investor Alihkan Investasi ke Emas

Calvin juga menyoroti bahwa arus dana bisa bergerak dua arah. Tidak hanya dari saham ke kripto, dalam kondisi tertentu justru ada investor yang keluar dari kripto dan mengalihkan dana ke aset lindung nilai, misalnya emas.

Ia menegaskan, meskipun tidak bisa dipatok ke satu instrumen, tekanan di pasar saham tetap akan mempengaruhi dinamika perpindahan dana antar aset. Investor akan terus memantau pasar mana yang sedang likuid dan menawarkan peluang terbaik.

“Perpindahan investor itu pasti akan terjadi. Mereka akan lihat mana market yang lagi likuid. Kalau saham lagi menarik, mereka masuk saham. Kalau kripto atau dua-duanya menarik, mereka taruh di dua-duanya,” kata Calvin.

Menurutnya, pola tersebut merupakan bagian dari strategi investor dalam menyeimbangkan portofolio investasi di tengah volatilitas pasar.

Selanjutnya: Exxon dan Chevron Disorot Soal Peluang Venezuela di Tengah Laba Melemah

Menarik Dibaca: 4 Fakta Menarik Tentang Gen Z, Generasi Blak-Blakan yang Peduli Kesehatan Mental

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×