kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Tekanan masih berat


Jumat, 11 Januari 2013 / 08:00 WIB
ILUSTRASI. Contoh dapur dengan keramik dinding minimalis. Foto: Instagram @japandi.interior


Reporter: Agung Jatmiko | Editor: Wahyu T.Rahmawati

JAKARTA. Kurs tengah USD/IDR Bank Indonesia (BI) melemah 0,26% dari 9.740 menjadi 9.715. Di pasar spot, pairing USD/IDR justru melonjak 2,11% menjadi 9.867. Harga di pasar spot ini merupakan harga tertinggi sejak 16 September 2009.

Destry Damayanti, ekonom Mandiri Group menduga, pelemahan tajam rupiah ini karena faktor eksternal. Resolusi fiscal cliff di awal tahun yang masih menggema, membuat permintaan USD di pasar spot melonjak. Tidak hanya rupiah yang terkena dampak, tetapi beberapa mata uang negara lain.

Menurut Destry, penguatan pairing ini merupakan penguatan sesaat saja. Adanya intervensi dari BI kemungkinan akan mampu menstabilkan nilai rupiah. Destry memperkirakan, hari ini kurs rupiah bisa menguat terbatas dan sangat sulit untuk menembus di bawah 9.800.

Albertus Christian, analis Monex Investindo Futures mengatakan, kekhawatiran capital outflow saat ini menahan potensi penguatan rupiah. Albertus berpendapat, BI sudah terlambat untuk melakukan intervensi. Albertus memprediksi, rupiah akan melemah di kisaran 9.825 – 9.900. Sedangkan, Destry memprediksi, rupiah masih akan tertekan di kisaran 9.800 – 9.900.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×