kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.993   80,00   0,45%
  • IDX 5.673   29,59   0,52%
  • KOMPAS100 732   3,90   0,54%
  • LQ45 556   3,18   0,57%
  • ISSI 197   0,68   0,35%
  • IDX30 316   1,67   0,53%
  • IDXHIDIV20 390   1,07   0,28%
  • IDX80 83   0,37   0,45%
  • IDXV30 106   -0,27   -0,25%
  • IDXQ30 102   0,52   0,51%

Tekanan isu geopolitik masih membayangi rupiah


Sabtu, 19 Agustus 2017 / 08:00 WIB


Reporter: Nathania Pessak | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Isu geopolitik masih membayangi kurs rupiah. Pada Jumat (18/8), nilai tukar rupiah terhadap dollar AS melemah 0,03% dari hari sebelumnya jadi Rp 13.362 dan turun 0,01% selama sepekan. Sedangkan kurs tengah Bank Indonesia terapresiasi 0,04% menjadi Rp 13.368 dibandingkan Rabu (16/8) dan naik tipis 0,01% dalam sepekan.

Research & Analyst Valbury Asia Lukman Leong melihat, kekhawatiran pasar atas ketegangan Korea Utara dengan AS belum hilang, sehingga rupiah melemah. Apalagi, data ekonomi AS cenderung stabil.

Sedangkan pekan depan, Lukman menilai, tidak ada rilis data ekonomi yang penting, baik dari Indonesia maupun AS. "Pergerakan masih bergantung dengan situasi geopolitik," ujar Lukman, kemarin.

Ekonom Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih melihat, pelemahan rupiah dipengaruhi oleh faktor global seperti isu SARA dan serangan teroris di Barcelona, Spanyol. "Trump ingin memperkuat kebijakan keamanan AS, ini membuat dollar menguat," ujar dia.

Lana juga menilai, defisit neraca perdagangan Indonesia masih mempengaruhi rupiah. Namun, ini sentimen sementara.

Pekan depan, Lana menghitung rupiah akan bergerak stabil di kisaran Rp 13.330-Rp 13.360. Prediksi Lukman rupiah bergerak di kisaran Rp 13.350-Rp 13.400.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×