kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Tak tutup total, SMCB atur operasional pabrik sesuai dengan kebutuhan pasar


Sabtu, 13 Juni 2020 / 16:55 WIB
Tak tutup total, SMCB atur operasional pabrik sesuai dengan kebutuhan pasar


Reporter: Dityasa H. Forddanta | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Manajemen PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) memberikan penjelasan terkait kabar penutupan sejumlah fasilitas produksi perusahaan yang berjudul 'Terdampak corona, SMCB menutup sejumlah fasilitas produksi'

Aulia Mulki Oemar, Presiden Direktur SMCB mengatakan, tidak ada fasilitas perusahaan yang ditutup. Namun, dikarenakan pendemi Covid-19, perusahaan telah mengatur fungsi operasional sesuai dengan kebutuhan pasar serta proyek infrastruktur dan juga ketersediaan stok produk di pabrik.

Baca Juga: Dua obat berbahan herbal milik Kalbe Farma (KLBF) ikut uji klinis obat Covid-19

Hal tersebut juga sebagai bentuk dukungan Perusahaan atas kebijakan pemerintah dalam hal keselamatan dan kesehatan kerja.

Manajemen juga tak menampik, utilisasi fasilitas operasional perusahaan memang menurun. "Namun, kami masih mampu meningkatkan pendapatan 4,88% secara tahunan pada kuartal pertama tahun ini," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (13/6).

Asal tahu saja, pada kuartal pertama kemarin, SMCB membukukan pendapatan Rp 2,46 triliun. Sedangkan pendapatan pada kuartal pertama 2019 sebesar Rp 2,35 triliun.

Baca Juga: Astra Graphia (ASGR) menebar dividen dengan yield 6,76%, catat jadwalnya

Sejauh ini, SMCB belum merumahkan maupun mengenakan PHK kepada karyawan. Akan tetapi dalam keterbukaan informasi yang disampaikan situs Bursa Efek Indonesia (BEI) dijelaskan, jumlah karyawannya berkurang dari sebelumnya 2.434 karyawan pada akhir tahun 2019 menjadi 2.388 karyawan per Mei 2020.

"Penurunan tersebut disebabkan oleh adanya karyawan yang telah memasuki masa pensiun," tandas Aulia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×