kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -20.000   -0,77%
  • USD/IDR 17.909   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.926   -10,17   -0,17%
  • KOMPAS100 765   -0,18   -0,02%
  • LQ45 589   -1,71   -0,29%
  • ISSI 206   -0,73   -0,35%
  • IDX30 328   -1,45   -0,44%
  • IDXHIDIV20 422   -0,98   -0,23%
  • IDX80 87   -0,08   -0,10%
  • IDXV30 116   -0,04   -0,04%
  • IDXQ30 108   -0,46   -0,42%

Tak cuma mengandalkan INA, begini strategi emiten BUMN Karya menjaga cash flow


Rabu, 19 Mei 2021 / 17:23 WIB
ILUSTRASI. Pekerja berada di ketinggian proyek pembangunan properti di Jakarta, Jumat (02/06). KONTAN/Fransiskus Simbolon/02/06/2017


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Tendi Mahadi

Dennies menjelaskan, apabila cashflow bagus setidaknya masih ada cadangan untuk mengerjakan proyek lain, selain adanya alternatif pendanaan dari pinjaman. 

"Tetapi kalau DER sudah tinggi, mau pakai pinjaman lagi juga sulit dan sangat berisiko. Jadi kalau mau melihat konstruksi yang bagus itu harus cashflow bagus dan DER tidak tinggi," jelas Dennies. 

 

Baca Juga: Insentif properti turut dongkrak kinerja Ciputra Development (CTRA) di kuartal I-2021

Apabila melihat laporan keuangan 2020, Dennies menilai DER paling bagus dipegang oleh PTPP yakni 3,7 kali dibandingkan WIKA yang sebesar 3,9 kali.  Namun diantara keduanya WIKA memiliki cashflow yang lebih unggul. Namun tetap saja, Dennies melihat dari segi cashflow yang paling unggul adalah ADHI. 

"Utamakan melihat cashflow karena apabila cash flow lancar emiten tidak perlu menggunakan pinjaman yang ujung-ujungnya membuat DER bisa naik," jelasnya. 

Dus Dennies merekomendasikan beli saham WIKA dengan target harga Rp 1.500, ADHI Rp 1.200 dan PTPP Rp 1.300. 

Selanjutnya: Pakuwon Jati (PWON) terbitkan obligasi tambahan US$ 100 juta untuk operasional umum

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×