kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.978   -35,00   -0,19%
  • IDX 5.886   141,46   2,46%
  • KOMPAS100 767   22,82   3,07%
  • LQ45 582   16,21   2,87%
  • ISSI 204   4,66   2,34%
  • IDX30 329   8,57   2,67%
  • IDXHIDIV20 405   10,19   2,58%
  • IDX80 87   2,36   2,78%
  • IDXV30 110   2,44   2,28%
  • IDXQ30 106   2,85   2,77%

Tahun ini, Map Aktif Adiperkasa (MAPA) akan buka 6 gerai di Vietnam


Rabu, 15 Mei 2019 / 22:00 WIB


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan retail PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) akan memperluas bisnisnya ke Vietnam pada tahun ini. Rencananya, MAPA akan membuka 5 gerai-6 gerai di negara tersebut pada tahun ini.

Menurut Presiden Direktur MAPA Michael David Capper, Vietnam dipilih karena negara ini memiliki penetrasi penjualan retail produk olahraga yang paling rendah di antara Indonesia, Filipina, Thailand, Malaysia, dan Singapura. Sementara itu, Indonesia berada satu peringkat di atas Vietnam.

Michael juga melihat potensi yang besar di Vietnam karena jumlah penduduknya yang besar. Berdasarkan data Bank Dunia tahun 2017, jumlah penduduk Vietnam adalah sebanyak 95,54 juta jiwa.

Oleh karena itu, sama seperti di Indonesia, MAPA juga akan menerapkan strategi gerai retail multi-tier di negara tersebut. Sebagai informasi, gerai retail multi-tier MAPA ditujukan untuk pelanggan dengan segmentasi pasar dari premium maupun menengah ke bawah, baik secara online dan offline.

Di Indonesia, gerai multi-tier ini terdiri dari gerai multi-brand, mono-brand, dan juga gerai yang dibuka di Ramayana untuk menyasar konsumen menengah ke bawah. Memang, gerai retail multi-tier menjadi salah satu strategi MAPA untuk memperluas jangkauan pasarnya.

Perusahaan ini yakin dapat mengoptimalkan potensinya di Vietnam. "Akan tetapi, hal ini memang harus dibangun setahap demi setahap dan memerlukan jangka waktu panjang," kata Michael, Rabu (15/5) di Jakarta.

Ia makin optimistis karena berkaca pada Indonesia, perusahaan ini menjadi pemain dominan dalam pasar produk olahraga merek internasional.

Michael mengklaim, perusahaannya menguasai 63,4% pangsa pasar tersebut di Indonesia. Sementara itu, pemain kedua hanya meraup 4,3% dari keseluruhan pasar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×