kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Suspensi saham DGIK berpotensi merugikan investor


Rabu, 19 Juli 2017 / 19:34 WIB


Reporter: Riska Rahman | Editor: Wahyu T.Rahmawati

JAKARTA. Masuknya saham PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) dalam daftar penghentian perdagangan sementara di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi mimpi buruk bagi investor. Saham DGIK yang kini masuk daftar saham tersuspensi berpotensi membuat investor merugi.

Analis First Asia Capital David Sutyanto mengatakan, saham DGIK yang kini disuspensi bisa berpotensi membuat investor merugi karena mereka jadi tidak bisa lagi menjual sahamnya di pasar. "Kalau soal harga sahamnya yang terus turun sejak kena kasus korupsi, investor masih bisa menjual saham untuk cut loss. Kalau disuspensi mereka jadi tidak bisa menjual sahamnya," kata David kepada KONTAN, Rabu (19/7).

David pun melihat adanya potensi bagi DGIK untuk dikeluarkan secara paksa dari pasar modal alias forced delisting. Pasalnya, ditetapkannya DGIK sebagai tersangka kasus pidana korupsi menunjukkan bahwa perusahaan tidak memiliki tata kelola perusahaan yang baik. "Padahal salah satu syarat bagi perusahaan untuk bisa listed di pasar modal adalah memiliki good corporate governance (GCG) yang baik," papar David.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×