kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45691,13   20,36   3.03%
  • EMAS924.000 -0,22%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA) berencana rights issue di akhir 2019


Rabu, 07 Agustus 2019 / 21:07 WIB
Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA) berencana rights issue di akhir 2019

Reporter: Filemon Agung | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Demi menambah permodalan, PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA) berencana melakukan rights issue melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) ditahun 2019.

Presiden Direktur PT Sumber Energi Andalan Tbk Rocky Oktanso Sugih yang ditemui sesudah agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) mengungkapkan rencana tersebut. "Kami sudah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham HMETD," kata Rocky, Rabu (7/8).

Lebih jauh Rocky mengungkapkan, proses ini diharapkan dapat rampung pada penghujung tahun 2019. Sayangnya Rocky enggan merinci tentang tambahan dana yang diincar lewat rights issue ini. Yang terang, penambahan modal sebanyak-banyaknya sejumlah 340 juta saham.

Baca Juga: Sumber Energi Andalan (ITMA) bukukan laba Rp US$3,92 juta di semester I 2019

Berdasarkan kinerja keuangan perusahaan, per Juni 2019 ITMA mencatatkan pendapatan sebesar US$ 6.000 atau turun 2,71%dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 6.163. Sementara itu, laba bersih ITMA tercatat sebesar US$ 3,92 juta atau turun 26,7% yoy dimana periode yang sama di tahun sebelumnya tercatat sebesar US$ 4,97 juta.

Rocky menyebut, penurunan pendapatan tidak begitu berpengaruh. Sementara itu, menurut Rocky sumbangsih laba berasal dari entitas asosiasi yakni PT Mitratama Perkasa yang persentase saham 30% nya dimiliki oleh ITMA. Demi meningkatkan kinerja di paruh kedua 2019, Rocky memastikan ITMA masih terus mengejar sejumlah proyek. Sayangnya Rocky enggan merinci seputar proyek yang diincar.

Namun, Rocky memastikan ITMA masih terus berupaya mewujudkan niatan untuk masuk ke bisnis pembangkit listrik. "Kami terus mengincar proyek, termasuk pada proyek pembangkit listrik tapi memang tidaklah mudah," ujar Rocky.

Rocky masih bungkam perihal belanja modal yang disiapkan untuk tahun ini. "Belanja modal belum begitu besar," kata Rocky. 
Dalam catatan Kontan.co.id, Rocky menyebutkan, saat ini pihaknya masih terus membahas rencana ekspansi bisnis tersebut sembari melihat peluang-peluang di sektor kelistrikan yang ada.

Setelah pembahasannya matang, rencananya pengembangan pembangkit listrik akan dimulai pada awal tahun depan. Nah sekarang, kata Rocky, ITMA memang belum mengikuti tender lantaran harus melihat adanya peraturan-peraturan berkenaan dengan kelistrikan dari pemerintah.

Emiten berkode saham ITMA di Bursa Efek Indonesia ini bakal membidik proyek pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) maupun energi fosil. "Kami ingin menyeimbangkan keduanya, masih melihat risiko dari keduanya dan terus mengikuti peraturan baru dari pemerintah," tutur Rocky.

 




TERBARU

Close [X]
×