Reporter: Rashif Usman | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ramadan dan Lebaran selalu menjadi momentum penting bagi bisnis konsumer di Indonesia, termasuk bagi PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).
Sebagai pengelola jaringan ritel Alfamart, AMRT optimistis mencatatkan lonjakan penjualan signifikan pada momentum festive seperti Ramadan dan Lebaran tahun ini.
Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Solihin memproyeksikan kenaikan penjualan tersebut bisa mencapai dua kali lipat pada momen festive bila dibandingkan hari biasa.
"Pada saat momen festive, bisa terjadi kenaikan penjualan hingga 15%-20%. Artinya ada peningkatan penjualan dua kali lipat dibandingkan biasanya," kata Solihin kepada Kontan, Rabu (26/2).
Baca Juga: Alfamart Bidik Pertumbuhan Penjualan 15% Selama Ramadan 2025
Guna mengejar target penjualan tersebut, AMRT telah menyiapkan strategi matang guna mengoptimalkan momentum ini. Salah satu langkah utama ialah melakukan perencanaan stok jauh-jauh hari.
Sejak 3-6 bulan sebelumnya, perusahaan sudah menyusun perkiraan kebutuhan barang yang meningkat selama Ramadan dan Lebaran.
"Kita sudah membuat forecast kepada para prinsipal atau distributor, yang di masa festive itu terjadi lonjakan. Artinya kita sudah menyiapkan barang supaya nanti barangnya ada," ujarnya.
Selain itu, AMRT juga memastikan ketersediaan barang di gerai-gerai lebih banyak dibandingkan biasanya.
Tak hanya memperkuat stok, AMRT juga memanfaatkan strategi promosi yang menarik guna mendongkrak penjualan.
Rekomendasi Saham
Analis Panin Sekuritas, Andhika Audrey, melihat bahwa secara musiman, periode Ramadan dan Lebaran berpotensi meningkatkan pendapatan per gerai hingga 15%-20% dalam 30 hari, yang terdiri dari 20 hari sebelum Lebaran dan 10 hari setelahnya.
Untuk mencapai target tersebut, Audrey menjelaskan strategi yang dapat diterapkan oleh AMRT ialah terus berekspansi dengan fokus ke wilayah timur Indonesia serta memperluas pusat distribusi (DC) guna meningkatkan efisiensi, terutama dalam hal tarif pengiriman.
Baca Juga: Peritel Antisipasi Pasokan Jelang Ramadan & Lebaran
Dari sisi pergerakan saham, dalam sepekan terakhir, saham AMRT telah terkoreksi lebih dari 10%, yang dapat menjadi momentum bagi investor untuk mulai mengakumulasi saham ini, dengan tetap mempertimbangkan profil risiko masing-masing.
"Dapat mulai cicil beli (saham AMRT) dengan memperhatikan profil risiko," ucap Audrey kepada Kontan, Rabu (26/2).
Adapun, Panin Sekuritas masih merekomendasikan saham AMRT dengan target harga Rp 3.300.
Pada perdagangan Rabu (26/2), saham AMRT berada di level Rp 2.240 per saham atau melemah 7,05% dalam sehari. Secara tahun berjalan, pergerakan harga saham ini melemah 21,4%.
Selanjutnya: Miliarder Singapura Ini Gugat Anaknya Sendiri karena Rebutan Kekuasaan Perusahaan
Menarik Dibaca: Prakiraan Cuaca Jakarta Besok (27/2), Cerah Hingga Hujan Petir
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News